Showing posts with label Perbankan. Show all posts
Showing posts with label Perbankan. Show all posts

Monday, September 08, 2014

Kode Bank Untuk Transfer Via ATM Bersama

NO NAMA BANK CODE BANK
1 BANK BRI 002
2 BANK EKSPOR INDONESIA 003
3 BANK MANDIRI 008
4 BANK BNI 009
5 BANK DANAMON 011
6 PERMATA BANK 013
7 BANK BCA 014
8 BANK BII 016
9 BANK PANIN 019
10 BANK ARTA NIAGA KENCANA 020
11 BANK NIAGA 022
12 BANK BUANA IND 023
13 BANK LIPPO 026
14 BANK NISP 028
15 AMERICAN EXPRESS BANK LTD 030
16 CITIBANK N.A. 031
17 JP. MORGAN CHASE BANK, N.A. 032
18 BANK OF AMERICA, N.A 033
19 ING INDONESIA BANK 034
20 BANK MULTICOR TBK. 036
21 BANK ARTHA GRAHA 037
22 BANK CREDIT AGRICOLE INDOSUEZ 039
23 THE BANGKOK BANK COMP. LTD 040
24 THE HONGKONG & SHANGHAI B.C. 041
25 THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD 042
26 BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA 045
27 BANK DBS INDONESIA 046
28 BANK RESONA PERDANIA 047
29 BANK MIZUHO INDONESIA 048
30 STANDARD CHARTERED BANK 050
31 BANK ABN AMRO 052
32 BANK KEPPEL TATLEE BUANA 053
33 BANK CAPITAL INDONESIA, TBK. 054
34 BANK BNP PARIBAS INDONESIA 057
35 BANK UOB INDONESIA 058
36 KOREA EXCHANGE BANK DANAMON 059
37 RABOBANK INTERNASIONAL INDONESIA 060
38 ANZ PANIN BANK 061
39 DEUTSCHE BANK AG. 067
40 BANK WOORI INDONESIA 068
41 BANK OF CHINA LIMITED 069
42 BANK BUMI ARTA 076
43 BANK EKONOMI 087
44 BANK ANTARDAERAH 088
45 BANK HAGA 089
46 BANK IFI 093
47 BANK CENTURY, TBK. 095
48 BANK MAYAPADA 097
49 BANK JABAR 110
50 BANK DKI 111
51 BPD DIY 112
52 BANK JATENG 113
53 BANK JATIM 114
54 BPD JAMBI 115
55 BPD ACEH 116
56 BANK SUMUT 117
57 BANK NAGARI 118
58 BANK RIAU 119
59 BANK SUMSEL 120
60 BANK LAMPUNG 121
61 BPD KALSEL 122
62 BPD KALIMANTAN BARAT 123
63 BPD KALTIM 124
64 BPD KALTENG 125
65 BPD SULSEL 126
66 BANK SULUT 127
67 BPD NTB 128
68 BPD BALI 129
69 BANK NTT 130
70 BANK MALUKU 131
71 BPD PAPUA 132
72 BANK BENGKULU 133
73 BPD SULAWESI TENGAH 134
74 BANK SULTRA 135
75 BANK NUSANTARA PARAHYANGAN 145
76 BANK SWADESI 146
77 BANK MUAMALAT 147
78 BANK MESTIKA 151
79 BANK METRO EXPRESS 152
80 BANK SHINTA INDONESIA 153
81 BANK MASPION 157
82 BANK HAGAKITA 159
83 BANK GANESHA 161
84 BANK WINDU KENTJANA 162
85 HALIM INDONESIA BANK 164
86 BANK HARMONI INTERNATIONAL 166
87 BANK KESAWAN 167
88 BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) 200
89 BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906, TBK . 212
90 BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL 213
91 BANK SWAGUNA 405
92 BANK JASA ARTA 422
93 BANK MEGA 426
94 BANK JASA JAKARTA 427
95 BANK BUKOPIN 441
96 BANK SYARIAH MANDIRI 451
97 BANK BISNIS INTERNASIONAL 459
98 BANK SRI PARTHA 466
99 BANK JASA JAKARTA 472
100 BANK BINTANG MANUNGGAL 484
101 BANK BUMIPUTERA 485
102 BANK YUDHA BHAKTI 490
103 BANK MITRANIAGA 491
104 BANK AGRO NIAGA 494
105 BANK INDOMONEX 498
106 BANK ROYAL INDONESIA 501
107 BANK ALFINDO 503
108 BANK SYARIAH MEGA 506
109 BANK INA PERDANA 513
110 BANK HARFA 517
111 PRIMA MASTER BANK 520
112 BANK PERSYARIKATAN INDONESIA 521
113 BANK AKITA 525
114 LIMAN INTERNATIONAL BANK 526
115 ANGLOMAS INTERNASIONAL BANK 531
116 BANK DIPO INTERNATIONAL 523
117 BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 535
118 BANK UIB 536
119 BANK ARTOS IND 542
120 BANK PURBA DANARTA 547
121 BANK MULTI ARTA SENTOSA 548
122 BANK MAYORA 553
123 BANK INDEX SELINDO 555
124 BANK VICTORIA INTERNATIONAL 566
125 BANK EKSEKUTIF 558
126 CENTRATAMA NASIONAL BANK 559
127 BANK FAMA INTERNASIONAL 562
128 BANK SINAR HARAPAN BALI 564
129 BANK HARDA 567
130 BANK FINCONESIA 945
131 BANK MERINCORP 946
132 BANK MAYBANK INDOCORP 947
133 BANK OCBC – INDONESIA 948
134 BANK CHINA TRUST INDONESIA 949
135 BANK COMMONWEALTH 950

Wednesday, July 03, 2013

Cara Mudah Mengisi Token PLN PraBayar

Jujur saja, saya masih terkagum-kagum dengan fitur yang ditawarkan oleh Bank BRI Syariah. Selain mengusung nama Syariah, ada banyak fasilitas yang gue banget yang ditawarkan oleh Bank ini ...

Kali ini saya akan mengulas tentang cara mudah mengisi token PLN dengan memanfaatkan fasilitas BRI Syariah ini.

Walau belum memiliki internet banking, tapi fasilitas aplikasi mobile yang ditawarkan cukup membantu. Memang sih, kita harus berhati-hati untuk menggunakannya. Karena setiap request perintah transaksi / cek saldo akan dikenakan pemotongan pulsa sebesar 900 rupiah.

Nah, apabila kita belum memiliki aplikasi mobile, setelah mendaftarkan diri nomor HP kita ke petugas BRISyariah agar dapat digunakan transaksi, maka kita cukup mengakses situs BRI Syariah lewat : http://www.brisyariah.co.id/ 
cari menu e-Banking lalu sub menu Mobile BRIS

Selanjutnya install aplikasi yg disediakan. Maka dengan demikian MobileBRIS sudah ada di genggaman tangan kita ... :)

Dan, berikutnya ikuti langkah-langkah di bawah ini :
  1. Jalankan aplikasi Mobile BRIS
  2. Pilih menu Pembelian
  3. Pilih menu Listrik
  4. Pilih menu PLN
  5. Pilih menu PLN Prepaid (Token)
  6. Masukkan nomor meter / ID Pelanggan PLN
  7. Lalu masukkan nominal pembelian token (bebas tidak ada aturan nilainya)
  8. Setelah itu tekan tombol Kirim
  9. Tunggu beberapa saat hingga mendapatkan balasan 20 kode token PLN yang dapat langsung dimasukkan ke alat meter elektronik PLN
Mudah dan simple bukan ? Jangan lupa, untuk transaksi ini kita dikenakan 900 rupiah yang langsung dipotong dari pulsa handphone kita.

Lalu apakah kita masih dikenakan biaya administrasi juga oleh BRISyariah ?
Nah pertanyaan ini yg paling saya demen :D. Karena BRISyariah tidak mengenakan biaya administrasi apapun untuk transaksi ini. Alias GRATIS !!!
Disclaimer : Tulisan ini bukan iklan BRISyariah ... !!!

Monday, June 17, 2013

KeyBCA-mu Terblokir ??? Sabar ya ... Layanan BCA Makin Parah

Untuk kesekian kalinya .... KeyBCA-ku harus terblokir. Bukan sekali ini saja, tapi sudah berulang kali perangkat yang berfungsi sebagai verifikator transaksi internet banking melalui klikbca dot com itu harus terblokir.

Alasannya masih sama, tombol-tombol KeyBCA harus tertekan-tekan oleh sesuatu ketika berada di dalam saku tas yang menyimpannya.

Ketika dikomplain, kenapa ya tombol on/off-nya mudah tertekan-tekan, sehingga ketika status On, maka dengan mudahnya tombol-tombol lain ikut tertekan. Itu artinya PIN dimasukkan, dan karena tentu saja salah, maka ketika 3 kali, secara otomatis token KeyBCA akan terblokir.

Lantas .... apa solusinya ? Jawabannya adalah datang ke kantor BCA terdekat untuk menukar KeyBCA. Akan langsung dilayani dengan senyum oleh petugas Customer Service.

Tapi, perlu diketahui ... penggantian token KeyBCA ini nggak gratis lho. Kita akan dikenakan biaya 10rb, sementara token lama akan diminta ... 

Aneh kan ?

Saya pernah tanya, kok diminta mbak ? Bukankah saya membeli token itu. Seharusnya itu tetap menjadi milik saya walau sudah tidak berfungsi ... 

Tapi petugas menjawab, adalah prosedur agar KeyBCA yg sdh tidak berfungsi ditarik kembali.

Dalam hati, lantas kenapa saya harus membayar 10rb untuk mendapatkan token baru ???

Nah, kembali ke judul tulisan kali ini. Apa yang membuat saya KECEWA dengan layanan BCA terkait pergantian token yang saya anggap MAKIN PARAH ini ?

Terakhir saya mengganti token, waktu yang dibutuhkan untuk membuat token itu bisa berfungsi kembali adalah 3 hari kerja efektif. Jadi Sabtu Minggu dan Hari Libur tidak dihitung. Nah, ini sudah berlangsung bertahun-tahun sejak KeyBCA saya pertama kali terblokir. Berkali-kali saya menyampaikan keluhan kepada Customer Service BCA, kapan ya layanan token terblokir bisa lebih cepat, tidak perlu harus menunggu 3 hari efektif kerja? CS hanya senyam-senyum saja tanpa bisa menjawab.

Lantas, apa yang terjadi dengan sekarang ?

Ternyata hingga hari ketiga (hari efektif kerja) token baru tetap tidak dapat diaktifkan. Karena penasaran saya pun menghubungi Halo BCA. Dan menanyakan mengapa token tidak berfungsi / tidak bisa diconnect-kan dengan akun klikbca saya. Padahal ini sudah lebih dari 3 hari kerja, atau lebih dari 6 hari dengan menghitung Rabu Sabtu Minggu (Hari Kamis kemarin kan tanggal merah).

Dan jawaban dari Halo BCA cukup membuat saya bete banget ....

Saat ini perlu 5 hari kerja efektif untuk menunggu token BCA dapat dikoneksikan kembali dengan akun BCA. Wow ... ketika di hadapan CS tidak ada berita seperti ini. Atau CS tidak berani menyampaikan ?
Kalau 5 hari kerja, berarti saya harus menunggu 2 hari lagi, atau harus 8 hari total. LAMA SEKALI ???

Alih-alih bisa memaksimalkan teknologi untuk mempercepat layanan, lha kok ini malah makin lama saja ... Capek dehhhhh !!!

Saturday, August 18, 2012

Membuat Rekening Giro

Setelah lama hanya berniat dan berniat, yang langsung diikuti dengan menunda dan menunda, dan hal itu terjadi hingga bertahun-tahun ...

Akhirnya, karena kebutuhan bisnis yang benar-benar memaksa untuk memiliki rekening bank atas nama perusahaan, maka bulan lalu saya berhasil merealisasikan niat untuk membuat rekening giro. Atas nama perusahaan saya ... ALAMRAYA SEBAR BAROKAH.

Bank yang saya pilih adalah Bank BCA ... Kebetulan saya mengurus di BCA cabang Kayun yang sudah pindah ke lingkar Surabaya di bilangan Galaxy ...

Persyaratannya :
1. Akta Perusahaan
2. NPWP
3. SIUP
4. TDP

---------------------------------------------------
Ingin tahu rahasia PENGHEMAT BBM ? Langsung saja KLIK di sini
---------------------------------------------------

Pada saat proses pengurusan, akan diminta menyerahkan 4 lembar materai 6000. Bisa juga beli di Bank yang bersangkutan ...

Perlu diketahui, rekening giro tidak menggunakan buku, melainkan rekening koran. Setiap awal bulan, rekening koran dapat dikirim ke alamat kita, atau bisa juga kita ambil sendiri di bank cabang yang bersangkutan.

Nah, beberapa hal yang perlu kita perhatikan adalah :
1. Rekening Giro tidak memiliki BUNGA. Jadi yang tidak mau menerima BUNGA, karena bukan hak kita, tidak perlu pusing-pusing memikirkan besaran BUNGA yang akan diterima setiap bulannya.
2. Rekening Giro di BCA, mengenakan biaya administrasi 30ribu per bulan.
3. Rekening Giro di BCA, tidak memiliki ATM.
4. Rekening Giro hanya dapat dicairkan / dipindahbukukan menggunakan CEK / BILYET GIRO (BG)
5. Rekening Giro tidak membutuhkan saldo minimum. Jadi dapat digunakan hingga saldo = 0,-

Kiat-kiat untuk memudahkan monitoring dan transaksi dari Rekening Giro :
Pastikan kita minta dibuatkan buku Cek / BG. Pembuatannya membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari. Harga per buku untuk adalah 100rb, biasanya dipotong langsung dari rekening. Perbuku ada 25 halaman.
Pastikan kita mengurus internet banking BISNIS. Kita akan mendapatkan token KeyBCA yang akan dikirimkan ke alamat kita secara terpisah dengan PIN. Proses pengiriman sekitar 2 minggu. Dengan internet banking BISNIS ini, kita akan dapat memonitor mutasi rekening, transfer ke rekening lain dengan mudah, mencetak rekening koran sendiri.
Pastikan kita mengurus kuasa kepada orang yang kita percaya untuk aktivitas administrasi rekening, seperti mengambil rekening koran, meminta pembuatan buku CEK / BG, mengambil buku CEK / BG

Perbedaan CEK dan BG :
Cek dapat langsung diuangkan oleh pemegang cek ...
Cek yang mencantumkan nama, hanya dapat dicairkan kepada orang yang namanya tercantum.
Cek yang dicoret silang, dapat berfungsi seperti BG
BG hanya dapat ditransfer ke rekening yang tercantum di lembar BG

Mengapa harus membuat rekening GIRO ???
Secara fungsi, rekening tabungan digunakan untuk keperluan pribadi sedangkan Rekening Giro untuk transaksi bisnis.
Nasabah tabungan harus pergi ke bank untuk mencetak buku tabungannya sedangkan nasabah rekening giro akan dikirimi rekening koran atau ambil sendiri ke bank (karena faktor kerahasiaan) sebulan satu kali.

Demikian informasi pembuatan Rekening GIRO ... 
Semoga bermanfaat dan mempermudah bisnis kita semua.

Friday, June 01, 2012

Ternyata ... Blog Saya Masuk Halaman Pertama Urusan Token Bank Mandiri

Bermasalah dengan Token Bank Mandiri ?

Nampaknya banyak sekali yang sedang bermasalah dengan token bank Mandiri. Demikian pikir saya sebelumnya.

Tentu saja terkait dengan "keanehan" yang terjadi ketika beberapa ulasan saya mengenai Token Bank Mandiri diakses oleh banyak pengunjung, jauh melebihi postingan saya lainnya ...

Ternyata, inilah penyebabnya ...


Ketika orang mencari info tentang Token Bank Mandiri, ternyata blog saya ada di baris teratas tepat di bawah situs-situs milik Bank Mandiri sendiri ....

Maaf lho untuk Bank Mandiri, bukan bermaksud menjatuhkan reputasi Token Bank Mandiri, tapi Mbah Google yg iseng naruh di sana ....

Semoga Bank Mandiri makin profesional, makin canggih, dan makin ada di hati para nasabahnya :D
(merayu mode on)

Linknya sendiri, bisa Anda temukan di sini.

Lagi2 Mengunggu 3 Hari Karena Token KeyBCA Terblokir

Token KeyBCA ... Bisa dibilang sudah menjadi salah satu tools penting untuk transaksi online yang menunjang aktivitas bisnis saya ...

Free .... karena biayanya sudah jadi satu dengan biaya koneksi Internet yang memang harus saya miliki.
Mudah ... karena tidak perlu jauh-jauh ke mesin ATM .. dan bisa digunakan 24 jam (walau kadang sekitar jam 24.00 seringkali bermasalah ....)
Cepat ... karena tidak perlu ribet antri ...

Tapi apa jadinya jika si keyBCA itu tidak sengaja dipakai mainan oleh anak tercinta ? Tentu terblokir ...

Dan setelah terblokir, maka kita harus :
1. Dateng ke kantor BCA
2. Meminta penggantian keyBCA baru
3. MENUNGGU 3 hari

Dan inilah yang sedang terjadi pada saya .... Untuk tahun 2012 ini, ini adalah kejadian pertama yang saya alami.

Semoga saya tidak harus sampai 5 kali seperti yang terjadi di tahun 2011 lalu ....

Monday, May 07, 2012

Masih Banyak Masalah di Internet Banking Mandiri

Pesan Kesalahan :

Identification Error Threshold Reached (8202)


Ketika mengalaminya pada tahun 2009, rasanya emosi sudah menjadi teman dekat yang menemani proses upaya menyelesaikan urusan ini.


TOKEN Internet Banking Bank Mandiri.
Itulah nama penyakit yang saya hadapi kala itu ...

Dengan perjuangan dari yang sopan sampe yang berbau mengancam, akhirnya saya mendapatkan solusi. Dan solusi itu ternyata ampuh hingga detik ini.


Namun, sangat disayangkan ketika ternyata posting saya tentang kekesalan saya itu, harus selalu berada di posisi puncak tulisan saya yang paling sering dikunjungi. Bahkan dalam bulan Mei 2012 inipun pemenangnya adalah postingan saya yang satu itu ...

Ini lho postingan yang saya maksudkan :

Kesal Double Double Ala Token Bank Mandiri



So, bagaimana ini Bank Mandiri ??? Kasus saya terjadi tahun 2009 lho. Itu 3 tahun yang lalu. Dan hingga bulan Mei 2012 ini masih juga ada yang berkeluh kesah pada kasus yang pernah saya alami 3 tahun yang lalu itu.

Buat yang sedang menghadapi kendala ini, jangan putus asa. Terus tekan melalui CS. Kalau perlu pakai cara saya. Mengancam untuk memasukkan pada surat pembaca di koran setempat :)


Sunday, January 15, 2012

Ganti Token keyBCA berkali-kali di 2011

Seharusnya BCA menyediakan payung untuk saya. Tentu saja dikarenakan selama tahun 2011 saya harus berganti token keyBCA lebih dari 5 kali.

Kok bisa seh? Begitulah. Setiap keyBCA ter-lock, maka solusi satu-satunya adalah dengan menukarkan keyBCA tsb ke Bank BCA terdekat.

KeyBCA terlock bisa disebabkan karena kesalahan 3 kali dalam memasukkan PIN. Di tahun 2011 ini, kesalahan memasukkan PIN adalah karena tombolnya tertekan-tekan sendiri ketika berada di dalam tas. Begitu akan digunakan, tahu-tahu sudah ter-lock.

Untungnya, proses aktivasi keyBCA baru tahun lalu hanya cukup menunggu 3 hari saja. Bayangkan apabila proses aktivasi keyBCA baru masih 10 hari seperti ketika tahun 2010?

Di antara penggantian keyBCA tsb, ada 1 penggantian yang paling membuat saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Terjadi pada penggantian ke-3. Bayangkan saja, belum selesai saya menunggu 3 hari keyBCA bisa aktif digunakan, lha kok sudah harus ter-lock lagi. Tentu saja solusinya saya harus kembali berurusan dengan BCA untuk menukarkan dengan keyBCA baru. Dan .... harus kembali menunggu 3 hari berikutnya.

Akhir tahun 2011, nampaknya keyBCA harus kembali ganti. Ter-lock lagi :((
Tapi kabar bagusnya, design tombol ON/OFF nya sudah lebih diperbaiki. Perlu usaha agak ekstra untuk dapat menekannya. Mudah-mudahan ini bisa membuat saya harus ganti keyBCA setidaknya ketika batrenya sudah habis :)

Saturday, November 12, 2011

Banyak Kasus Tentang Token Internet Banking

Token Internet Banking ....

Bagi sebagian besar kalangan pengguna Internet, tentu sudah banyak yang memanfaatkan fasilitas Internet Banking yang ditawarkan oleh hampir semua bank yang ada di Indonesia. Bahkan termasuk BRI (Bank Rakyat Indonesia) yang beberapa waktu yang lalu merasa tidak WAJIB memiliki internet banking, mengingat target market mereka yang tidak terlalu akrab dengan Internet.

Namun, ketika ditanyakan ke para pengguna Internet Banking tersebut, apakah semua sudah menggunakan Token Internet Banking ? Mungkin hanya separuhnya saja yang memiliki.

Yang tidak memiliki bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa karena tidak butuh transaksi online melalui internet banking. Bisa juga karena berasumsi ngurus token internet banking itu susah.

Dahulu kala, maksudnya beberapa tahun yang lalu, memang mengurus token memang membutuhkan waktu dan kerumitan tersendiri. Misalnya saja untuk Bank Central Asia. Untuk mengurus token kita harus memilih token tersebut akan dikirimkan ke cabang mana. Lalu Bank Mandiri melakukan terobosan dengan siapa saja yang menginginkan token internet banking bisa langsung datang mengurus di cabang terdekat. Nggak pake pesen dan nggak pake lama.

Dan begitulah perlahan-lahan masing-masing bank menawarkan token internet banking dengan warnanya masing-masing. Ada yang biru, hitam, oranye, kuning, dan entah warna apalagi yang ditawarkan. Anehnya bentuknya itu lho yang semuanya sama. Apa vendor penyedianya yang cuman 1 perusahaan. Atau ada aturan baku dari Bank Indonesia yang mengharuskan token harus berbentuk gitu.

Ada juga beberapa bank yang tidak menggunakan token untuk verifikasi transaksinya. Seperti bank Niaga yang menggunakan sms konfirmasi ketika kita melakukan transaksi online.

Begitulah, makin lama cara mendapatkan token makin mudah. Termasuk cara mengurus token yang mengalami masalah. Bank berusaha membangun cara yang makin mudah kepada pelanggannya yang mengalami masalah dengan token internet banking-nya. Walau cara penanganannya tidak semudah cara membuat token itu bermasalah.

Token BCA saya misalnya, kalau tertekan PIN yang salah sebanyak 3 kali, maka token akan terblokir. Dan untuk membuat token berfungsi kembali, maka kita harus meminta token baru, dan menunggu 3 hari kerja agar token itu dapat berfungsi lagi.

Dan saya sendiri sudah mengganti token BCA saya sebanyak 7 kali hingga saat ini. Satu kali karena rusak, satu kali karena batre habis, dan sisanya (5 kali) karena terblokir. Bahkan kasus yang terakhir, saya harus menukar token saya sebelum token itu bisa berfungsi.

Lho maksudnya ???

Begitulah, token harus saya tukar ketika token BCA itu baru berumur 2 hari di tangan saya. Dan sudah harus terblokir lagi. Jadi belum sempat saya fungsikan sudah harus saya tukarkan lagi. Untungnya meminta token baru gratis. Coba kalo mbayar :D

So, buat rekan-rekan yang masih baru menggunakan token internet banking, jangan segan-segan untuk berhubungan dengan customer service bank yang bersangkutan, apabila mengalami masalah.

Tuesday, June 08, 2010

BNI, Kartu ATM Instant aja kok ribet ???

Kartu ATM Instant, apaan sih itu ?

Bagi yang belum tau kartu ATM instant, begini nih, banyak bank di Indonesia tercinta ini yang mulai menawarkan layanan pembuatan kartu ATM yang tanpa nama. Sehingga dalam sekejap, para nasabah sudah bisa membuat kartu ATM. Tentunya banyak persyaratan yang diterapkan.

Saya pun paham benar bahwa banyak persyaratan yang harus diterapkan terhadap pelaksanaan pembuatan kartu itu. Dan kenyataannya, hampir semua kartu ATM saya, adalah kartu ATM instant.

Tapi pagi ini, saya dibuat sedikit bete. Pelakunya adalah BNI.

Ceritanya begini nih, sudah hampir 6 bulan kartu ATM BNI saya dalam kondisi patah. Sehingga menggunakan kartu tersebut seperti main dadu. Banyak nggak bisanya dari pada bisa. Lucu kan, udah jauh-jauh ke ATM, ternyata dicoba berkali-kali ternyata tuh kartu tetep dikeluarin ama si mesin.

Pagi-pagi, karena harus menggunakan ATM BNI, maka saya bergegas ke ATM di Plasa Semanggi. Ternyata di situ ada cabang BNI. Setelah ngeluarin dana yang ada (ditransfer buat bayar macem-macem), sehingga yang tersisa nggak sampe 100rb.

Duduk di customer service, ditanggapi dengan ramah. Ditanya ini itu, ngisi formulir, ngeluarin KTP dan buku tabungan, akhirnya diproseslah permohonan saya. Biayanya 15rb.

Trus si customer service membawa semua berkas ke Pimpinannya. Sekitar 5 menit, kemudian si customer service keluar lagi dan ketemu dengan saya.

Dan, ......

Ternyata permohonan saya ditolak. Karena dana saya yang tidak sampai 100rb, maka dengan alasan keamanan dijadikan sebagai pertimbangan mengapa permohonan saya ditolak.

Otak langsung berputar, mencoba merangkai logika. Kurang dari 100rb, kalo ditolak karena alasan administrasi, saya lebih bisa menerima. Tapi kalo alasan keamanan, ini yang susah diterima oleh akal sehat.

Tapi ya sudahlah, walaupun si customer service memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ada, dan saya pun harus tersenyum dipaksa-paksain biar tidak mengecewakan si customer service itu, tetep aja hati ini langsung bad mood. Pengen sih langsung ngadep ke pimpinannya, mengapa menolak alasan saya, ada tidak aturan tertulis yang menyebabkan permohonan saya ditolak, tapi niat itu langsung saya batalkan. Siapa tau logika pimpinan kantor BNI itu memang terbiasa tidak menggunakan logika akal sehat.

Dari pada memulai hari dengan ribut sama orang, mending saya mengalah saja. Toh saya juga tidak terlalu butuh dengan penggunaan kartu ATM BNI saya.

Mohon BNI kalo ada yang membaca ini, belajarlah untuk menegakkan aturan berdasarkan rule yang ada, bukan berdasarkan perasaan.

Wednesday, January 13, 2010

Dibuat susah oleh TOKEN KeyBCA

Note : Saat ini token baru sudah sampai di tangan saya. Saya terima tepat 11 hari setelah pengurusan. Sementara itu PIN-nya baru bisa saya terima 2 hari setelahnya, atau 13 hari setelah pengurusan. Oh ya, janji Customer Service untuk menelepon ketika token telah sampai, atau ketika PIN telah sampai, ternyata tidak terlaksana. Justru saya yang lebih cepat datang. Untungnya setiap saya datang, pada hari tersebut token dan PIN datang pada pagi harinya.

Ada lagi janji Customer Service lainnya. CS sudah menyampaikan keluhan/saran/kritik saya tentang keberadaan token instan, agar tidak perlu berlama-lama menunggu token dapat berfungsi normal. Entahlah, apakah usulan ini diterima atau tidak oleh pihak BCA. Kita tunggu saja ...

--------------------------

Bila dulu saya pernah dibuat repot oleh TOKEN Internet Banking Mandiri, kini saya dibuat susah oleh TOKEN KeyBCA.


Dan hal ini terjadi untuk kedua kalinya.

Ada yang belum mengenal KeyBCA ? Baiklah, KeyBCA adalah alat bantu untuk menampilkan nomor verifikasi ketika kita melakukan transaksi BCA melalui KlikBCA (Internetbanking-nya BCA). Setiap transaksi, harus melalui tahap ini dulu supaya sukses dalam bertransaksi. Tentu saja hal ini bertujuan agar memberikan keamanan bagi rekening kita.

Namun, ....
Jangan sekali-sekali meletakkan sembarangan keyBCA anda. Atau Anda akan menderita setidaknya 10 hari lamanya.

Bagi saya yang harus bertransaksi online beberapa kali sehari, sudah berusaha agar KeyBCA selalu berada di tempat yang aman. Jauh dari jangkauan anak-anak. Namun sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga.

KeyBCA diraih anak-anak, dibuat mainan, dan upssss .... KeyBCA berstatus LOCKED.

Sudah 2 kali saya mengalami ini. Yang pertama karena keyBCA secara tidak sengaja tombolnya terpencet-pencet ketika sedang berada di dalam tas. Sementara yang kedua memang benar-benar karena ulah usil anak saya (belum genap 3 tahun) yang mengira itu sejenis Handphone yang bisa ditekan-tekan sesukanya.

Jika kejadian pertama mengharuskan saya harus merelakan 10 hari tanpa keyBCA (malah lebih, karena terjadi kesalahan data ketika proses 10 hari pertama), maka kini saya juga harus kembali menghadapi 10 hari tanpa keyBCA. Itu artinya 10 hari tanpa bisa bertransaksi online.

Yang membuat saya heran, BCA yang menyandang status bank dengan teknologi terbaik (menurut saya), kok bisa-bisanya menggunakan prosedur 10 hari hanya untuk urusan membuka blokir keyBCA. Sebagai seorang yang punya dasar pengetahuan IT sedikit-sedikit, prosedur ini sungguh keterlaluan.

Sebagai pembanding, BANK MANDIRI saja bisa membuat Token InternetBankingnya, bisa berfungsi hanya hitungan jam. Mengapa BCA tidak bisa ???


Wednesday, March 11, 2009

Kesal Double Double Ala Token Bank Mandiri

[UPDATE]Setelah saya menulis blog ini, selanjutnya blog saya akses lewat tayangan blog saya, selanjutnya saya print, dan saya serahkan ke Bank Mandiri melalui Mbak Ma***k. Alhamdulillah, keesokan harinya langsung dihubungi pihak Bank Mandiri. Setelah datang, token MANDIRI saya langsung diganti dengan token baru. Dan token itu tidak bermasalah lagi hingga sekarang. Thanks berat untuk mbak Ma***k atas supportnya.
Update ditulis pada tanggal : 14 Januari 2010.

---------------------------------------------


Kesal Pertama :
Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa untuk bertransaksi di internet banking Mandiri, dibutuhkan sebuah token. Nah, setelah cukup lama berburu token tersebut di Surabaya, dan tidak pernah berhasil, maka saya berhasil mendapatkannya di Mandiri Gedung Jamsostek Gatsu Jakarta. Cukup mengesalkan untuk sebuah bank selevel Bank Mandiri, hanya untuk menyediakan token secara merata saja tidak mampu. Ternyata alasannya ada kendala dengan vendor penyedia token.

Kesal Kedua :
Setelah token berhasil saya dapatkan, saya mulai dapat bertransaksi melalui internet banking Bank Mandiri. Namun ternyata .... saya harus dibuat kesal karena token sering terblokir karena alasan yang tidak jelas. Kronologisnya begini, setiap akan transfer, maka internet banking akan memberikan challenge code yang sebenarnya adalah nomor rekening tujuan. Selanjutnya challange code tersebut kita masukkan ke dalam token untuk mendapatkan nomor konfirmasinya. Kalau internet bankingnya sedang "waras", maka proses ini dapat dilalui dengan sempurna. Dan transaksi (transfer) pun dapat berjalan dengan lancar.
Sayangnya, proses tersebut kadangkala sedang "tidak waras". Walau kita sudah memasukkan nomor konfirmasi berdasarkan challange code yang diberikan, ternyata hal tersebut masih dianggap salah. Dan sekali salah, maka walau dicoba lagi berikutnya dengan super hati-hati pun, tetap saja dianggap salah. Dan setelah 3 kali dicoba, maka token akan diblokir. Transaksi tidak dapat dilakukan lagi.

Kesal Ketiga :
Ternyata untuk sekedar membuka blokir tersebut, tidak dapat dilakukan melalui 14000. Melainkan harus datang ke customer service yang setiap antri setidaknya membutuhkan waktu paling sedikit setengah jam. Dan yang menyebabkan kesal itu, ternyata untuk sekedar komplain tentang token ke blokir saja, tidak semua customer service paham. Jangan-jangan tidak ada SOP tentang troubleshooting token keblokir, sehingga saya menjadi bola pimpong untuk menyelesaikan masalah ini.

Kesal Keempat :
Ke blokir, dibuka, ke blokir, dibuka, ke blokir, dibuka .... demikian seterusnya.
Dan yang membuat tidak habis pikir, kronologisnya sama persis.
Apa Bank Mandiri itu tidak mampu merespon kendala-kendala yang terjadi dan segera melakukan perbaikan ? Keledai saja tidak mau jatuh pada lubang yang sama. Lha ini kok jatuh pada lubang yang sama berkali-kali.

Kesal Kelima :
Setelah ke sana ke mari mencoba layanan dari berbagai customer service, akhirnya saya berhasil menemukan solusi yang cukup menggembirakan. Dan itu ada di Bank Mandiri cabang tempat saya membuka rekening Mandiri saya. Ternyata membuka blokir token itu tidak terlalu sulit. Bahkan salah satu CS (mbak M**iek) yang akhirnya menjadi langganan untuk menyelesaikan masalah yang sama menyarankan agar apabila terjadi hal serupa, cukup melalui telepon saja. Hmmm, cukup adil. Artinya mengapa saya harus antri berkali-kali yang berarti juga membuang-buang waktu saya, untuk meminta penyelesaian permasalahan yang sama persis.

Nah, lantas kesalnya di mana ?

-------------- [ iklan sejenak ya :) ] --------------------------

ARSoft DIGIMedia
Sarana tepat untuk berbagi informasi bagi perusahaan Anda
Download profile-nya di sini

-------------- [ iklan sejenak ya :) ] --------------------------

Hal ini terjadi pada kasus yang terakhir. Kasus yang sama, namun membuat saya harus menuliskan kekesalan tersebut di blog ini.

Ceritanya sudah hampir 2 minggu token terblokir. Itu berarti saya tidak bisa transfer lagi melalui internet banking. Padahal saya harus tiap hari transfer. Bahkan sehari kadang beberapa kali harus transfer. Terpaksa staf saya harus mondar mandir ke ATM Mandiri terdekat, hanya untuk sekedar urusan transfer. Sampai suatu ketika, staf saya tidak bisa mensupport saya untuk urusan transfer tersebut karena sesuatu hal. Tentu saja saya yang akhirnya harus mondar mandir ke ATM Mandiri terdekat.

Ketika itulah saya kembali mencoba memohon bantuan pada mbak M**iek untuk kembali membuka blokir token tersebut. Hari jumat saya menghubunginya. Hari Sabtu Minggu libur, hari Senin juga libur maulid nabi. Tibalah hari Selasa. Ternyata token belum bisa digunakan, masih terblokir. Kembali saya mencoba menghubungi mbak M**iek. Ternyata yang bersangkutan sedang melayani nasabah. Satu kali dihubungi masih melayani nasabah. Dua kali, masih tetap melayani nasabah. Hingga tiga kali dihubungi, ternyata masih tetap melayani nasabah.

Pada usaha yang ketiga inilah yang membuat saya memuncak kekesalannya. Dengan mbak-mbak yang entah namanya siapa yang menerima telepon saya, terjadilah percakapan sebagai berikut :
Salim : [tuuuutttt ... tuuututtttt]
Mbak2 : Bank Mandiri Ker****** selamat siang ...
Salim : Selamat siang mbak, bisa berbicara dengan mbak M**iek ?
Mbak2 : Dari mana pak ?
Salim : Dari Salim yang tadi mbak.
Mbak2 : Oh, maaf pak Mbak M**iek-nya masih melayani nasabah ...

Merasa kesal karena sudah menghubungi 3 kali, akhirnya timbul lanjutan percakapan sebagai berikut :
Salim : Lho, saya kan juga nasabah mbak.
Mbak2 : Maaf pak, diprioritaskan nasabah yang datang kemari terlebih dahulu.
Salim : Kalau masalah saya ini baru pertama kali, tentu saya akan datang ke sana dan antri mbak, lha masalah saya ini sudah terjadi beratus-ratus kali. Masalah yang sama.
Mbak2 : Maaf pak, nanti akan dihubungi.

Klek. Tiba-tiba telepon diputus tanpa minta ijin terlebih dahulu. Duuuhhhh, tiba-tiba darah ini serasa mendidih. Benar-benar penerima telepon sialan. Kalau tidak siap dengan komplain nasabah, nggak usah bekerja jadi penerima telepon deh. Berani-beraninya dia menutup sambungan telepon orang yang sedang kalap macam saya.

Dan ternyata janji akan dihubungi sebagaimana telepon pertama dan kedua, tidak juga terealisasi. Bahkan hingga detik ini, saat saya menuliskan kekesalan ini, saya juga masih tetap belum dihubungi. Padahal biasanya mbak M**iek senantiasa menghubungi saya setiap saya mengeluhkan masalah yang sama. Ya, tentu saja masalah token yang terblokir karena internet banking-nya Mandiri sedang "tidak waras".