Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Thursday, February 19, 2009

Siapa Yang Lebih Dahulu ?

Kira-kira, dari kedua poster film ini, siapa mencontoh siapa ya ?

Hehehehe ...

Saturday, April 26, 2008

Forbidden Kingdom



Sejak dahulu kala, kalau yang namanya film action China pasti selalu menjadi favorit. Apalagi kalau pemerannya adalah JetLi atau Jackie Chan. Sudah pasti akan saya tonton. Baik melalui bioskop, beli DVD/CD ori, bahkan kadang sampai harus cari yang bajakan sekalipun.

Sejak dahulu kala pula, saya sering membayangkan bagaimana menariknya jika JetLi dan Jackie Chan bertemu dalam 1 film. Beradu kungfu. Hmmmm.... pasti seru.

Ternyata bayangan dan angan saya juga dimiliki oleh LIONSGATE. Produsen film ini akhirnya menyuguhkan sebuah film apik : FORBIDDEN KINGDOM

Begitu tahu para pemainnya, kontan saya tidak mau membaca preview maupun sinopsisnya sama sekali. Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar ketika nonton film ini saya benar-benar blank. Tidak tau apa sebagai apa.

Dalam hati ada perasaan bimbang. Di satu sisi ada keinginan adanya pertarungan antara JetLi dan JackieChan. Dan jika itu terjadi, maka mereka harus berada pada posisi yang berseberangan. Berarti yang satu protagonis, sedangkan lainnya antagonis. Wow .. jangan sampe deh .... Gak rela mereka harus menjadi antagonis.

Di sisi lain, jika keduanya adalah protagonis, lha kapan berantemnya ?

Kekhawatiran film ini tidak menarik pun tidak mengguncangkan keinginan saya untuk tetap menonton film ini. Andai film ini tidak menarik pun, saya masih mengharapkan dapat menikmati kecantikan Liu Yifei. Cewek kelahiran 1986 ini, selain sedang cantik-cantiknya, juga sedang naik daun. Saking naiknya, konon kabarnya dia akan menjadi salah satu pemain di Mummy 3.

Akhirnya dengan perasaan berkecamuk, saya segera menuju studio 1 XXI Surabaya Town Square. Film dimulai.




Dimulai dengan adegan pertempuran si Raja Kera, dibintangi JetLi yang sedang faceoff. Selanjutnya berpindah ke cerita Jason (Michael Angarano), seorang pemuda yang gandrung film china klasik. Hobby berburu film tersebut di sebuah toko china. Nah ... di toko inilah Jason mengalami sebuah penemuan yang sangat menakjubkan. Tongkat si Raja Kera ada di salah satu ruangan di toko itu.

Singkat cerita, tongkat itu membawa Jason ke alam masa lalu. Dalam sebuah kejadian, bertemulah dia pertama-tama dengan Lu Yan (Jackie Chan). Kemudian muncul karakter si burung walet (Liu Yifei). Berlanjut mereka bertemu dengan seorang pertapa, sebut saja Silent Monk (JetLi).

Pertemuan Jason dengan Lu Yan, diiringi dengan adegan jurus mabok. Kangen juga ama jurus ini.



Aksi JetLi, Master Of Kungfu ...



Sementara pertarungan yang saya tunggu-tunggu antara dua master kungfu china :
Jackie Chan vs JetLi, siapa pemenangnya ?



Dalam pengembaraannya, tujuan mereka adalah menuju puncak gunung 5 unsur, tempat kerajaan batu giok berada. Pada kerajaan itu, 500 tahun yang lalu, terjadi pertempuran antara Panglima Perang Kerajaan Batu Giok dengan Raja Kera. Karena termakan oleh tipuan, akhirnya si Raja Kera harus kalah, dan berubah menjadi batu. Sementara sesaat sebelum menyadari dirinya terperangkap dalam sebuah tipuan, Raja kera masih sempat mengerahkan energinya untuk melontarkan tongkat saktinya sejauh mungkin.

Perjalanan menuju puncak gunung 5 unsur, harus melalui padang pasir yang cukup melelahkan ...



Bag-big-bug ala film china cukup mewarnai sepanjang film ini. Kelucuan ala film-film Jackie Chan juga turut membumbui film ini. Gaya bertarung khas ala JetLi. Dan yang tidak terlupakan, kecantikan Liu Yifei cukup bisa dinikmati. Apalagi ketika adegan rambutnya dibiarkan panjang terurai. Hmmm ... cantik tenan.



Sempat kecewa ketika dalam sebuah usaha melarikan diri dari kejaran Wanita Penyihir (Li Bingbing), Lu Yan harus jatuh terpanah.

Selebihnya ... silahkan ditonton di bioskop-bioskop kesayangan. Bila Anda menonton hingga akhir, tentu akan sedikit kaget pada salah satu adegan di akhir film ini. Tentunya tentang siapa sebenarnya si penjaga toko itu. Hehehe ...

Alur cerita yang datar-datar saja sebenarnya bisa dikatakan sebagai bagian terjelek dari film ini. Mungkin karena film ini buatan Hollywood, jadi standar penilaian harus saya turunkan. Andai saja pertemuan Jackie Chan dan JetLi dibuat di Hongkong. Pasti bisa lebih heboh lagi ..

Monday, March 03, 2008

Ayat-Ayat Cinta

Sabtu, 1 Maret 2008. Waktu tepat menunjukkan angka 13.15. Selepas sholat dhuhur di Musholla Surabaya Town Square, aku mulai beranjak menuju kawasan perbelanjaan baru di Surabaya itu. Terletak di Jl. Adityawarman, Sutos memang cukup menarik perhatian dengan permainan warna gedung yang cukup mencolok.

Segera ku telepon Dena alias MbokDe, salah satu geng Wisata Surabaya(WS). Ternyata temen-temen WS sudah pada ngumpul di J-Co, warung kopi. Tampak beberapa rekan yang sudah pernah bertemu sebelumnya seperti Gina, Gita, Tita, MbokDe sendiri, Astri. Serta wajah-wajah baru geng WS lainnya. Di situ kami ngobrol-ngobrol tentang rencana Goto Trowulan yang sudah beberapa kali tertunda.

Tanpa terasa, jarum panjang sudah mendekati angka 12, sementara jarum pendeknya di angka 3. Itu tandanya kami harus segera siap-siap menuju ke Cinema XXI. Memang saat itu kami berkumpul untuk Nonton Bareng (NoBar) film religi terbaru garapan kang Hanung yang berjudul Ayat-Ayat Cinta. Film yang ternyata merupakan obsesi Kang Hanung atas saran dan keinginan ibundanya untuk membuat film tentang Islam.

Tidak semua geng WS yang hadir menonton film yang seharusnya tayang Januari 2008 namun molor hingga Maret itu. Alasannya karena sudah nonton film tersebut sebelumnya.

Ayat-Ayat Cinta, sebuah film adaptasi novel Habiburrahman el Shirazy a.k.a Kang Abik. Salah satu novel best seller. Dibintangi Fedi Nuril, Carissa Putri, dan Ryanti, serta beberapa artis papan atas lainnya. Proses produksi yang penuh dengan kendala, pada akhirnya berhasil menyuguhkan AAC di tengah masyarakat.

AAC sebagaimana film adaptasi novel lainnya, memang secara kualitas kurang menarik. Banyak adegan-adegan yang dihilangkan dan diganti dengan adegan yang lebih pendek. Bagi yang sudah pernah membaca novelnya, mungkin masih bisa mengikuti jalan cerita. Entah bagaimana dengan yang belum pernah membacanya. Bila AAC dianggap sebagai cerita cinta, juga kurang tepat rasanya. Itulah mengapa AAC the movie juga kurang bisa mengangkat roman cinta tersebut. Lha wong memang pada dasarnya cerita cinta pada novel AAC sendiri bukanlah menu utama yang disuguhkan.

Namun ada "hal lain" yang membuat air mataku mengalir tanpa bisa dibendung. "Hal lain" yang juga menyebabkan air mataku mengalir ketika membaca novel AAC. Khususnya pada bagian akhir. Tentu saja "hal lain" itu bukan karena cerita cinta yang diangkat. Kalau sekedar cerita cinta seperti itu sih yang lebih memeras air mata sudah sering aku nikmati, tapi kenyataannya film sekelas itu saja tidak sampai membuat air mataku berlelehan di pipi.

Kata mbokDe, Salim GEMBENG (cengeng, red). Hehehe .....

Bagaimana lagi. AAC berkisah tentang sesuatu yang sering kali aku susah menjalaninya. AAC berkisah tentang IKHLAS. Berkisah tentang Kuasa Tuhan atas segala hal. Berkisah tentang hikmah kehidupan. Hati siapa yang tidak bergetar. Getaran yang bahkan mampu mencairkan air mata dan akhirnya harus meleleh di pipi.

Khususnya pada saat Maria sedang menjalani detik-detik terakhir kehidupannya. Memang di AAC the Movie tidak menggambarkannya secara jelas. Tapi ingatanku langsung melayang ke bab terakhir novel AAC. Nyanyian dari Surga. Tergambar jelas apa yang dialami oleh Maria tatkala dia sedang kesulitan memasuki pintu surga. Ya Allah, bahkan ketika sedang menuliskan paragrap ini pun, mataku langsung berkaca-kaca.

Subhanallah. Karya yang indah Kang Abik.
Subhanallah. Usaha yang hebat Kang Hanung.
Ayat-Ayat Cinta memang benar-benar kisah yang membangun jiwa.

Saturday, May 05, 2007

Spiderman 3


"Hei, jangan nangis lo", komentar itu terucap begitu saja saat melirik teman saya yang matanya berkaca-kaca.

Nampaknya dia terhanyut oleh adegan ending dari film yang kami tonton. Film yang ditayangkan serentak di Indonesia sejak 2 Mei 2007. Hebatnya lagi diantara beberapa gedung bioskop yang menayangkan film ini di beberapa studio sekaligus. Bahkan bisa dikatakan hampir semua gedung bioskop yang melakukannya.

Salah satunya ya gedung tempat saya nonton bareng teman-teman saya itu. XXI Studio, Plasa EX, Thamrin, Jakarta.

Sekitar jam 5 sore, saya mendarat di CGK (Cengkareng, red) setelah hampir 2 jam terbang dari Sepinggan - Balikpapan. Begitu turun, langsung menuju ke Plasa EX, Thamrin. Kira-kira jam 7-an baru nyampe di plasa EX.

Tujuan utama sih emang mau mantengin sistem advertising digital di sana. Sambil mantengin dari lantai 2, tiba-tiba konsentrasi mata terarah pada antrian di dalam XXI. HP saya yang sedari tadi bunyi tut-tut-tut mengingatkan bahwa hari itu adalah tanggal 2 Mei, jadi tergoda untuk ikutan antri.

Akhirnya 1 tiket telah ada di genggaman. Tapi bukan untuk tanggal 2 Mei. Melainkan untuk tanggal 3 Mei. Maklum, khawatir nggak nutut jika harus memaksakan diri nonton tanggal 2 Mei.

Beberapa saat kemudian, saya sudah berada di ruang kantor GoAd Digital Advertising berada. Singkat cerita, Cak Rifai dan Erwin yang ada di sana, juga berminat untuk nonton. Bertiga langsung menuju antrian. Untuk nonton tanggal 2 Mei. Jam nontonnya juga dipilih yang paling malam, agar tidak mengganggu aktivitas Erwin yang masih harus bertugas. Sementara tiket 3 Mei saya simpan, untuk saya berikan kepada yang membutuhkan. Sayang tiket 3 Mei ini akhirnya tidak digunakan oleh yang bersangkutan.



2 Mei 2007, 22.45 WIB. Film dimulai. Diawali dengan beberapa cuplikan dari sekuel sebelumnya. Selanjutnya, sebagaimana yang telah diulas diberbagai media, kami pun menikmati film ini detik demi detik.

Pertarungan demi pertarungan ...
Ciuman demi ciuman ...
Yang menggelitik untuk tertawa ...
Yang membuat menahan nafas ...

Hingga akhirnya .... ketika salah satu tokoh (Harry Osborn) harus mati. Derai air mata penonton mungkin mengiringi kepergiannya. Bahkan salah satu rekan saya pun matanya harus berkaca-kaca. Menyaksikan sebuah usaha dan pengorbanan untuk menebus kesalahan kepada sobat karib yang selama ini menyayanginya.

Friday, February 23, 2007

Al Pacino

Al Pacino ???
Hampir semua orang tentu sudah mengenalnya. Demikian pula dengan saya. Sebagai salah satu penikmat film, tentu nama Al Pacino bukanlah nama yang asing di telinga saya. Bahkan bisa dikatakan sangat kenal. Tentunya sebagai salah satu aktor watak favorit saya.

Dalam awal karirnya, termasuk dalam proses casting film The Godfather, Al Pacino seringkali menerima perlakuan yang kurang adil. Khususnya terhadap tinggi badannya yang dianggap kurang ideal untuk dijadikan sebagai salah satu tokoh utama. Namun penampilannya dalam The Godfather telah mengubah image dunia film. Dan hingga akhirnya banyak sekali film-film berkualitas yang diperankannya.

Dari sekian banyak film-filmnya, beberapa di antaranya sudah saya tonton, antara lain :
  • The Godfather (1972)

  • The Godfather Part II (1974)

  • And Justice for All (1979), berperan sebagai pengacara idealis terhadap bobroknya sistem peradilan di Amerika. Yang hobby nonton film pengadilan, pasti wajib nonton film ini.

  • Scarface (1983), T.O.P. .B.G.T

  • Sea of Love (1989), salah satu drama thriller yang mantap.

  • The Godfather, Part III (1990)

  • Frankie and Johnny (1991), beradu peran kembali dengan Michelle Preifer seperti di scarface.

  • Scent of A Woman (1992), memenangkan oscar. Berperan sebagai seorang veteran buta.

  • Carlito's Way (1993)

  • Two Bits (1995), film drama sedih

  • Heat (1995), film yang dibintangi artis-artis papan atas, di antaranya Robert Deniro, Val Kilmer, Ashley Judd, Natalie Portman. Film Michael Mann ini tergolong film yang lumayan panjang.

  • City Hall (1996), film tentang politik.

  • The Devil's Advocate (1997) ada keanu ada charlize theuron

  • Donnie Brasco (1997), film true story dari seorang agen FBI yang undercover bertahun-tahun yang diperankan Johnny Deep.

  • The Insider (1999), true story tentang konspirasi industri tembakau. Berperan bersama dengan Russel Crowe. Film ini mungkin sangat cocok untuk perokok yang ingin segera berhenti merokok. Atau perokok yang selama ini mengagung-agungkan industri rokok yang dianggapnya telah membuka ribuan lapangan kerja, atau telah menyumbang aktivitas olahraga, dan lain-lain.

  • Any Given Sunday (1999)

  • Insomnia (2002)

  • Simone (2002), berperan bersama dengan Winona Ryder. Film yang berkisah tentang produser film yang nyaris bangkrut yang terselamatkan karirnya oleh artis virtual ciptaannya.

  • The Recruit (2003), come backnya setelah sekian lama tidak memerankan film heroic. Alur ceritanya sempat menjebak, namun akhirnya semua tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Keren!

  • Angels in America (2003), serial tv yang telah memenangkan Emmy Award, berperan sebagai bisex yg menderita AIDS

  • Stuck on You (2003)

  • Gigli (2003), hanya berperan sebagai pemeran pembantu. Namun kualitas aktingnya tidak kalah hebatnya.

  • People I Know (2003) jadi manajer artis yang udah tua banget dan kesian banget liatnya.

  • William Shakespeare's The Merchant of Venice (2004)

Adapun beberapa film lain yang belum saya temukan antara lain :
- Scarecrow (1973)
- Serpico (1973)
- Dog Day Afternoon (1975)
- Bobby Deerfield (1977)
- Cruising (1980)
- Author! Author! (1982)
- Revolution (1985)
- Dick Tracy (1990)
- Glengarry Glen Ross (1992)
- Looking for Richard (1996)
- Chinese Coffee (2002)