Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

Cara Mendapatkan Pertolongan Allah

Idza jaa nashrullaahi walfathu (An-Nashr : 1)
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

Jaa adalah fi'il madhi (past tense) ....

Nah, pertanyaannnya adalah :
Apa yg harus dilakukan apabila BELUM datang pertolongan Allah dan kemenangan ?

Maka kita bisa melihat pada ayat ke-3 :
Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfiruhu, Innahu kaana tawwaaba (An-Nashr : 3)
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Untuk mendapatkan pertolongan Allah :
- Mohon Ampun lah kita. Bertaubat dengan sungguh-sungguh
- Bersyukur pada segala apa yg Allah karuniakan
- Mensucikan diri dari melakukan hal-hal maksiat

InsyaAllah kita akan menjadi bagian dari dr orang yg berbondong-bondong masuk pada agama Allah untuk mendapatkan pertolongan Allah dan kemenangan ...

Amiiinnnnnn

Wednesday, May 26, 2010

Setiap Yang Hidup, Pasti Akan Mengalami Mati

Hingga 61 tahun, 2 tahun lebih cepat dari standar usia Rasulullah. Demikianlah akhirnya ayahandaku, Achmad Muhaimin mendapatkan giliran untuk kembali kepada Sang Rabbi.

Banyak yang kaget, banyak yang tidak percaya, banyak yang menangis kehilangan, ...

Jumat, 21 Mei 2010, pukul 17.10 WIB. Tiba-tiba HP berdering, nama ibuku yang muncul pada layar. Ketika diangkat, suara Fitri adikku yang terdengar di seberang sana. Mengharap aku segera pulang, sambil menyampaikan kabar bahwa kesehatan Bapak sedang dalam keadaan kritis.

Langsung aku pacu si PIO menuju rumah orangtua, di Hulaan Menganti. Jadual pulang kerja, membuat jalanan terasa sedemikian padat. Hujan yang mengguyur sudah tidak aku perdulikan lagi.

Sambil ingatan melompat ke kejadian sebelumnya. Terakhir kali Bapak tampak sakit adalah sekitar 4 bulan yang lalu. Tepatnya sekitar bulan Januari 2010. Sempat diperiksakan pada dokter terdekat, dan telah mendapatkan treatment secukupnya. Hingga Bapak pulih dan sehat kembali.

Hingga .... Jumat itu ...

Sampai rumah, langsung aku mencari di mana Bapak berada. Nampak kedua adikku, ibuku, mas Samsul dan mas Idris sepupuku, serta mbak Roki istri mas Samsul, nampak berada di rumah. Sebuah mobil berada di depan rumah dengan posisi menghadap ke luar, siap untuk segera melaju.

Bapak baru keluar dari kamar mandi. Dibopong mas Idris, yang selanjutnya aku pun turut membopongnya. Bapak masih dapat berjalan walau tampak cukup berat.

Mobil pun melaju membawa Ibu, Bapak, Aku sendiri, serta mbak Roki. Sementara mas Samsul mencoba untuk memacu mobil secepat mungkin agar bisa segera sampai ke rumah sakit terdekat. Rumah Sakit Darussyifa, Benowo, Surabaya Barat. Aku sendiri mencoba menyempatkan untuk menghubungi rumah sakit, agar segera bersiap-siap pada saat mobil sampai di rumah sakit.

Dalam perjalanan, ibu bercerita. Pagi Bapak masih berdagang di pasar. Sehat, segar bugar. Siangnya Bapak masih berangkat ke masjid untuk Sholat Jumat. Juga masih sehat, berangkat sendiri, seperti biasanya. Sepulang dari sholat Jumat, Bapak pun tidur siang, seperti biasanya.

Jam 15.30 WIB ibu membangunkan Bapak untuk sholat Ashar. Setelah bangun, Bapak masih menyempatkan diri untuk memetik blimbing wuluh. Karena sudah berkomitmen dengan pelanggannya agar keesokan harinya dibawakan ke pasar. Blimbing wuluh pun dipetik dari pohon yang terletak di samping rumah. Hampir setengah ember berhasil dipetik. Bapak memetik blimbing wuluh dengan memanfaatkan "ondo", sementara ibu berjaga-jaga di bawah.

Setelah selesai, sekitar jam 16.15 WIB bapak segera membersihkan diri sambil berwudhu. Selanjutnya segera menuju musholla. Sementara ibu sedang duduk-duduk santai sambil beristirahat tidak jauh dari musholla.

Tiba-tiba terdengar Bapak memanggil ibu menyampaikan bahwa matanya agar "srepet-srepet". Dan kemudian Bapak jatuh terduduk, di mana ibu dengan cekatan memapahnya. Beberapa kali Bapak mengeluarkan nafas dari mulut, sambil seolah-olah menyemburkan angin.

Melihat gelagat tidak baik, ibu segera meminta Fitri, adik terkecilku, untuk menghubungi semua saudara. Bapak masih sempat sholat Ashar dalam kondisi tersebut. Waktu kira-kira menunjukkan pukul 17.00 WIB.

Kondisi Bapak makin memburuk, yang segera dibantu berbaring di kasur. Magrib pun datang. Bapak masih sempat sholat Magrib, dalam keadaan berbaring, setelah sebelumnya sempat bertayammum.

Setelah mas Samsul datang, Bapak pun mulai siap-siap dibawa ke mobil. Namun Bapak meminta diantar dulu ke kamar mandi. Bapak ingin buang hajat. Pada saat itu Bapak masih bisa masuk kamar mandi sendiri, hingga proses buang hajat selesai. Segera mas Idris yang baru datang segera membopong Bapak, yang mana pada saat itu aku yang baru saja datang, segera membantu membopong Bapak.

Mobil pun akhirnya tiba di rumah sakit. Kondisi Bapak semakin menghawatirkan. Peluh dingin terus mengucur dari tubuhnya yang selama perjalanan aku keringkan dengan handuk, sambil mendengarkan cerita ibu.

Sampai di rumah sakit, jam 18.15 WIB. Dokter, perawat, dan petugas lainnya sudah standby menunggu di depan pintu UGD. Mobil pun parkir tepat di depan pelataran UGD. Bapak masih bisa turun dengan susah payah sendiri. Walau sambil aku pegangi. Bapak masih bisa naik (nyelingkrik) ke atas kasur beroda. Sambil tetap aku bantu agar bisa berbaring dengan nyaman. Kasur beroda segera masuk ke ruang UGD.

Perlakuan pertama yang diberikan adalah memberikan bantuan oksigen, karena memang itulah yang menjadi keluhan Bapak. Sulit sekali bernafas. Berikutnya berbagai treatment dan penanganan dilakukan oleh petugas. Termasuk diantaranya rekam jantung (ECG).

Jam 19.00 WIB, aku dipanggil oleh dokter yang bertugas. Berbagai penjelasan diberikan, namun yang aku tangkap hanyalah pesan bahwa Bapak kondisinya sudah buruk. Istilahnya sudah 1 1 1.

Benar saja, Jam 19.15 WIB setelah membaca Istighfar, syahadat, dan Takbir, Bapak pun berpulang ke hadirat Allah ta'ala. Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun.

Bapak ...
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalhu wa nawwir quburahu ...

Saturday, October 25, 2008

Siapa Yang Paling Jelek ???

Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus", kata Kyai. "Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?". "Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari". Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus". Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku yang sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya".

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan bertemu dengan seekor anjing yang menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan, dsb. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi" . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung. "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat berat yang kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."

Hari ketiga, akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku ?". "Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".

Pelajaran yg dapat kita petik adalah :
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.


Thursday, September 11, 2008

Apa Gunanya Lebaran,Bila Tidak Ada Yang Kita Dapat Dari Puasa Ramadhan

Puasa baru memasuki usia 10 hari pertama di tahun ini. Artinya masih ada 20 hari lagi tempat kita menempa diri, agar bisa kita aplikasikan di 11 bulan berikutnya.

Namun pada kenyataannya, kesibukan membenahi dan menempa diri, sering kali harus dikalahkan dengan kesibukan menyambut lebaran. Belanja ini belanja itu, ngatur ini, ngatur itu, semuanya untuk menyambut lebaran.

Lebaran adalah hari kemenangan ? Hari menyambut kelulusan kita setelah menempa hati selama 30 hari. Apalah artinya kita bersorak gembira, bila tidak ada yang dapat kita capai selama 30 hari menjalani ibadah puasa.

Mumpung puasa masih 20 hari lagi, mari kita latih fisik dan hati kita, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mengasah hati, menata jiwa. Setelah itu, baru kita rayakan kemenangan kita pada hari lebaran nanti.

Selamat menjalankan ibadah puasa 1429H