Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts

Sunday, June 08, 2008

Euro 2008 Sudah Datang

Akhirnya ajang sepakbola terheboh tahun 2008 sudah tiba. Para suami gila bola sudah mulai menyusun jadual untuk mengikutinya. Pojok-pojok kampung sudah mulai ramai dengan nonton bareng. Mata-mata ngantuk pada saat kerja juga akan mulai sering kita temui.

Pertandingan pertama di group A sudah dijalankan. Tuan rumah Swiss menghadapi Ceko, dimenangkan oleh Ceko (0-1). Sementara Portugal berhasil mengalahkan perlawanan Turki (2-0).

Bagi para gibol, tentu sudah pada memiliki jagoannya masing-masing. Kecuali pendukung tim Inggris yang harus mencari tim baru yang bisa didukung. Maklum, Euro 2008 kali ini, tim Inggris tidak mampu lolos. Saya sendiri untuk awal-awal ini menjagokan Ceko dan Portugal. Tim yang saya jagokan pada Euro 2004 lalu. Mungkin saya baru akan mencari tim baru, jika kedua tim yang saya dukung tersebut kalah.

Bagi yang bukan gibol, cara termudah untuk bisa menikmati perhelatan Euro 2008, adalah harus memilih tim mana yang bisa didukung. Gampang kan ? Selanjutnya, ikutin aja berita-berita yang bakal membanjiri media massa.

Tuesday, October 30, 2007

AC Milan, Sang Juara Yang Terpuruk

Dengan kekalahan yang kembali di dera Milan dari AS Roma, semakin menyurutkan semangat AC Milan untuk berjuang merebut schudetto musim ini. Karena memang sudah bisa dibilang imposibble. Setelah kekalahan itu, AC Milan menduduki posisi 13 di klasemen sementara. Sebuah raihan yang mengecewakan untuk sang juara Liga Champion tahun lalu.

Semula, AC Milan berharap agar kembalinya Kaka bisa mengangkat moral dan semangat perjuangan AC Milan di kancah serie A. Tentunya setelah menang di level Liga Champion. Ternyata pasukan Carlo akhirnya harus rela menerima kekalahan kandang keduanya, setelah minggu sebelumnya juga dipermalukan oleh Empoli 0-1. Itu artinya, hingga saya menulis postingan ini, AC Milan belum pernah menang di San Siro. Lima kali bertanding di sana, AC Milan hanya mampu seri 3 kali dan kalah 2 kali. Cukup menyedihkan. Bisa dikatakan, ini adalah prestasi start terburuk selama 20 tahun terakhir.

Salah satu yang dituding sebagai sumber terpuruknya rossoneri awal musim ini tentu saja karena kurang kreatifnya strategi serangan. Pola 3-4-2-1 yang hampir selalu diperagakan, nyata-nyata sudah dipahami betul oleh lawan. Mungkin Ancelotti berkeyakinan pola inilah yang paling cocok dengan karakter pemain AC Milan saat ini. Sehingga ketidakberuntungan selama beberapa kali sering hanya dianggap sebagai nasib buruk saja.

Entah apa jadinya bila kreativitas tidak segera dimunculkan oleh AC Milan, baik oleh pelatih maupun pemain. Mungkin kita akan melihat sebuah tim besar yang harus berjuang memperebutkan posisi dengan tim papan bawah untuk selamat dari zona degradasi.

Monday, October 08, 2007

Tim Tango at World Cup 1986

1 Almirón • 2 Batista • 3 Bochini • 4 Borghi • 5 Brown • 6 Passarella • 7 Burruchaga • 8 Clausen • 9 Cuciuffo • 10 Maradona • 11 Valdano • 12 Enrique • 13 Garré • 14 Giusti • 15 Islas • 16 Olarticoechea • 17 Pasculli • 18 Pumpido • 19 Ruggeri • 20 Tapia • 21 Trobbiani • 22 Zelada

Coach: Bilardo

Sunday, September 23, 2007

The Special One, Kini Tlah Pergi

Sebagai penggemar sepak bola, tentu punya team yang didukung di masing-masing liga Eropa. Khususnya Inggris, Italia, dan Spanyol. Tiga liga tersebut memang secara rutin ditayangkan oleh TV lokal, sehingga cukup merakyat. Khusus untuk Inggris mungkin sudah nggak merakyat lagi, karena sekarang sudah dikuasai tayangannya oleh ASTOR eh ASTRO. Walau beberapa siaran tertentu juga sudah ditayangkan di LaTIVI.

Nah, bicara tentang liga Inggris, atau dikenal juga dengan English Premiere League (EPL), Chelsea adalah merupakan team yang saya dukung. Sudah lama sih, namun menjadi makin saya dukung sejak tahun 2004. Ketika itu seorang yang tampak cukup arogan, sombong, namun punya karakter mulai menukangi tim yang baru saja dibeli oleh taipan minyak Rusia, Roman Abrahamovic. Manager tersebut tidak lain adalah Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal, yang baru saja berhasil membawa Porto menjuarai Liga Champion.

Ketika datang, dia sudah menjuluki The Special One pada dirinya sendiri. Berbagai cerita telah dilahirkannya. Banyak manager tim lain yang sudah merasakan sulitnya menghadapi Mourinho ini. Baik di lapangan hijau, maupun di luar lapangan. Tindakannya yang sering kali kontroversial mampu mengisi koran-koran di jagat dunia ini.

Namun setelah beberapa tahun menukangi Chelsea, setelah 2 kali mempersembahkan gelar juara liga Inggris, serta beberapa piala lainnya, kini Sang Manager tersebut telah mengundurkan diri.

Kaget, bercampur setengah tidak percaya begitu membaca berita tersebut. Namun apa mau di kata, kini The Special One telah pergi meninggalkan Chelsea yang akhir minggunya harus berjibaku melawan The Red Devil. Salah satu musuh bebuyutannya yang mengaku kesulitan mengalahkan Chelsea ketika Mourinho masih ada di tepi lapangan untuk mengatur jalannya serangan Chelsea.

Good Bye Mourinho. Semoga bertemu di tim Italia atau Jerman, seperti yang engkau katakan, ketika ditanya kemana engkau akan pergi.

Sunday, July 29, 2007

Akhirnya Irak yang Juara


Usai sudah pergelaran Final Piala Asia 2007. Ajang sepak bola tertinggi di kawasan Asia , yang memilih 4 negara sebagai tuan rumahnya itu, akhirnya menasbihkan Irak sebagai juaranya.

Sebelum kick off dimulai, saya sudah mendukung Irak. Memang kedua negara adalah merupakan negara Islam. Namun tidak sulit bagi saya menjatuhkan pilihan untuk mendukung Irak. Alasannya antara lain :
  • Irak baru kali ini melenggang ke final Piala Asia, sementara Arab sudah 3 kali juara.
  • Irak merupakan negara yang sedang dilanda kesulitan, di mana negara ini sedang dipimpin oleh rezim bentukan AS (negara yang telah menjadi dalang hancurnya negara seribu satu malam tersebut).
  • Suporter Arab di Gelora Bung Karno sangat banyak, jauh lebih banyak dibandingkan dengan suporter Irak.
  • Banyak kejadian di Arab yang menimpa TKW kita (eh, yang ini ada hubungannya nggak ya ?)
Begitulah, Irak yang berhasil mempecundangi Australia, tim yang beberapa punggawanya merumput di Eropa, berhasil menyuguhkan usaha dan kerja sama untuk meraih juara.

Gol kemenangan Irak terjadi pada menit 72. Merupakan penyelesaian heading yang baik dari Younees setelah mendapatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Arab.



SBY, Presiden Indonesia, didaulat untuk menyerahkan piala bergilir. Ada sedikit insiden pada proses penyerahan tersebut. Baru saja piala diterima oleh Younees, kapten tim Irak, rekan-rekan lainnya langsung ikut berebut piala tersebut. Kontan saja SBY terkurung di dalamnya, yang menyebabkan paspampres yang semula hanya berjaga-jaga harus ikut-ikutan "masuk TV" tersiar ke seantero dunia. Untunglah SBY tetap aman-aman saja.


Selamat untuk tim Irak. Mudah-mudahan mampu menjadi pelipur lara dari penderitaan akibat perang yang selama ini melanda.

Tuesday, July 10, 2007

Gol Terbaik

Gol Terbaik
Berdasarkan versi majalah World Soccer 2007

1 Diego Maradona (Argentina vs Inggris, semifinal Piala Dunia 1986)
2 Marco Van Basten (Belanda vs Uni Soviet, final Piala Eropa 1988)
3 Zinedine Zidane (Real Madrid vs Bayer Leverkusen, final Liga Champions 2002)
4 Saeed Owairan (Arab Saudi vs Belgia, babak pertama Piala Dunia 1994)
5 Pele (Brasil vs Swedia, final Piala Dunia 1958)
6 Archie Gemmill (Skotlandia vs Belanda, babak pertama Piala Dunia 1978)
7 Carlos Alberto (Brasil vs Italia, final Piala Dunia 1970)
8 Ferenc Puskas (Hungaria vs Inggris, pertandingan persahabatan 1953)
9 Diego Maradona (Argentina vs Belgia, semifinal Piala Dunia 1986)
10 Lionel Messi (Barcelona vs Getafe, semifinal leg pertama Piala Raja 2007)

Thursday, May 24, 2007

Para Jawara Liga Champion Eropa

Berikut Daftar Juara Liga Champions:

1955/56 Real Madrid
1956/57 Real Madrid
1957/58 Real Madrid
1958/59 Real Madrid
1959/60 Real Madrid
1960/61 Benfica
1961/62 Benfica
1962/63 Milan
1963/64 Internazionale
1964/65 Internazionale
1965/66 Real Madrid
1966/67 Celtic
1967/68 Manchester United
1968/69 Milan
1969/70 Feyenoord
1970/71 Ajax
1971/72 Ajax
1972/73 Ajax
1973/74 Bayern Munich
1974/75 Bayern Munich
1975/76 Bayern Munich
1976/77 Liverpool
1977/78 Liverpool
1978/79 Nottingham Forest
1979/80 Nottingham Forest
1980/81 Liverpool
1981/82 Aston Villa
1982/83 Hamburger SV
1983/84 Liverpool
1984/85 Juventus
1985/86 Steaua Bucuresti
1986/87 Porto
1987/88 PSV
1988/89 Milan
1989/90 Milan
1990/91 Crvena zvezda
1991/92 Barcelona
1992/93 Olympique Marseille
1993/94 Milan
1994/95 Ajax
1995/96 Juventus
1996/97 Borussia Dortmund
1997/98 Real Madrid
1998/99 Manchester United
1999/00 Real Madrid
2000/01 Bayern Munich
2001/02 Real Madrid
2002/03 Milan
2003/04 Porto
2004/05 Liverpool
2005/06 Barcelona
2006/07 Milan

Koleksi Gelar:
Real Madrid 9
Milan 7
Liverpool 5
Ajax 4
Bayern Munich 4