Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, April 22, 2008

Rahasia Shalat Subuh

Oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP

Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat denganberjalan kaki.

Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah "ash shalatu khairun minan naum".

Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat "ash shalatu khairun minan naum"? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.

Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.

Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat. Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai
ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat "ash shalatu khairun minan naum"? Shalat subuh lebih baik dari tidur? Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok).
Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu:
Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.
"Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu".

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.
Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.
Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.

Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini.
Amien.

Thursday, February 14, 2008

Cara Tepat Tangani Luka Bakar

Tidak semua penderita luka bakar perlu dirujuk ke rumah sakit. Namun, jika luka bakar terjadi akibat terpapar cairan kimia atau tersengat aliran listrik, mencederai saluran napas, terjadi pada bayi berusia kurang dari 12 bulan, segeralah bawa penderita ke rumah sakit terdekat.
''Demikian pula jika korban mengalami luka bakar di wajah, mata, telapak tangan, kaki, dan genitalia,'' ungkap dr Herry Mardani SpAn.

Segera setelah kejadian, korban luka bakar perlu mendapatkan pertolongan. Prinsipnya, ia harus dibantu untuk menyingkirkan semua pakaiannya yang panas atau terbakar. Lantas, daerah yang terkena luka bakar mesti didinginkan dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. ''Langkah pendinginan ini efektif sampai dengan tiga jam pasca kejadian,'' kata Herry, yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Pendinginan juga dapat dilakukan dengan pengompresan. Jangan menggunakan es karena dapat mengakibatkan vasokonstriksi alias mengerutnya pembuluh darah. ''Bila luka bakar diakibatkan oleh bubuk, singkirkan dulu, baru disiram air mengalir.'' Pembersihan luka pun perlu dilakukan dengan obat anestesi untuk mengurangi rasa nyeri. Di samping itu, pembersihan luka dengan membuang jaringan yang sudah mati tak boleh dilewatkan. ''Di rumah sakit, dokter juga akan memberikan antitetanus dan krim silver sulvadiazin.''

Bagian tubuh yang terluka bakar selanjutnya harus ditutup dengan kassa. Namun, ini dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar. ''Jangan berikan mentega, minyak, oli, pasta gigi, atau sejenisnya karena dapat menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi,'' Herry mengingatkan. Beberapa sediaan untuk perawatan luka bakar tersedia di pasaran.

Idealnya, sediaan tersebut adalah bahan yang memiliki kemampuan absorbsi (penyerapan) cairan yang tinggi hingga tidak terjadi lecet tambahan akibat penggantian pembalut luka yang terlalu sering. ''Perlu juga bahan yang tidak melekat ke permukaan luka, mudah dilepaskan, dan tidak sering diganti,'' imbuh dr Poengki Dwi Poerwantoro SpBP.

Untuk merawat luka bakar, sediaan perak (silver) berbentuk krim atau lembaran perak berbagai ukuran juga mudah didapat. Ia memiliki antiseptik yang dapat menembus kulit mati akibat luka bakar dan mampu melunakkan jaringan kulit mati hingga mudah mengangkatnya. ''Tetapi, ini cuma bagus untuk perawatan di hari-hari pertama,'' kata Poengki.

Sediaan lainnya, seperti kassa tulle yang mencegah permukaan luka menempel langsung dengan balutan penyerap juga bisa dipakai. Biasanya kassa tulle ini ditambahkan antibiotik atau antiseptik. ''Sayangnya, keberadaan antibiotik atau antiseptik pada kassa tulle belakangan ini justru menghambat proses penyembuhan luka terbuka.''

Feracrylum 1 persen (sebagai cairan pencuci, pelembab dan antiseptik) serta cairan higroskopis kuat boleh dipakai sebagai pengganti sediaan yodium seperti Septadine atau Betadine. Pemakaian Feracrylum 1 persen akan menghindari korban terpapar yodium yang menjadi penghambat penyembuhan luka. ''Sediaan lain yang masih terbilang aman, asam hyaluronic yakni tulle tanpa antibiotik yang membantu penyembuhan luka,'' ungkap Poengki.

Bagaimana dengan Bioplacenton? Belum lama ini, kata Poengki, terungkap pemakaian Bioplacenton berpotensi menimbulkan selaput pada luka. ''Sebagai gantinya, ada Biokeramik yang dapat merangsang penyembuhan luka terbuka.'' (rei)

Wednesday, November 07, 2007

MSG Berbahaya untuk Pertumbuhan Anak

Penggunaan penyedap rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak dapat berdampak negatif.

MSG atau monosodium glutamat, banyak dipakai sebagai penegas cita rasa untuk membuat masakan menjadi gurih dan enak. Penyedap rasa ini tergolong dalam Bahan Tambahan Makanan (BTM). Meski tidak dilarang oleh Departemen Kesehatan namun penggunaan MSG sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan, apalagi dalam takaran berlebihan MSG cukup berbahaya bagi pertumbuhan anak.

Cara kerja MSG adalah dengan menstimulasi reseptor di indera perasa. Dalam lidah kita terdapat reseptor untuk setiap rasa, misalnya manis, asam, asin, pahit, dan sebagainya. Jika suatu masakan daging diberi MSG maka ketika kita memakannya, cita rasa daging tersebut akan semakin kuat sehingga terasa lebih enak.

Menurut Ahli Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Prof dr Aznan Lelo PhD SpFK, penggunaan penyedap rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak dapat berdampak negatif. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan retina sehingga anak bermata juling, kerusakan otak, gangguan hormonal, hingga gangguan jiwa.

"Untuk itu, seharusnya orang tua tidak memberikan penyedap rasa pada makanan yang dikonsumsi, serta membatasi anak-anak untuk membeli jajanan di luar," kata Aznan.

Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan yang diberi penyedap rasa biasanya akan menolak jika disajikan makanan tanpa MSG. "Bahkan, susu formula saja yang mengunakan DHA dan DHHHHA itu, juga menggunakan penyedap rasa. Buktinya anak-anak biasanya tidak
akan mau kalau susunya diganti dengan susu merek yang lain," kata Aznan.

Sementara itu pada orang dewasa penggunaan MSG yang berlebihan bisa menimbulkan gejala yang disebut Chinese Restaurant Syndrome dengan reaksi mati rasa, pusing, atau gatal-gatal beberapa jam setelah mengonsumsi makanan.

Aznan menyarankan agar orangtua mengurangi konsumsi penyedap rasa. "Jika tidak bisa dihindari, sebaiknya konsumsinya dikurangi, atau setelah memakan makanan yang menggunakan penyedap rasa sebaiknya langsung mengkonsumsi bawang putih atau penetralisir lainnya," ujarnya.

Batas maksimum penggunaan MSG dalam makanan adalah tiga gram per hari, sedangkan untuk anak batas maksimumnya satu gram sehari (satu sendok teh peres). Yang perlu diperhatikan adalah bukan hanya makanan yang dimasak di rumah saja yang memakai MSG, jajanan dan makanan di restoran pun kebanyakan memakai tambahan MSG.

Mie instant, snack, dan minuman ringan pun tak luput dari MSG. Karena itu untuk amannya sebaiknya hindari sama sekali penggunaan penyedap rasa saat memasak. Bukankah negeri kita kaya akan bumbu rempah-rempah yang lebih alami dan sanggup membuat masakan terasa kelezatannya?

Sumber : Surya, Tuesday, 06 November 2007