Showing posts with label Rokok. Show all posts
Showing posts with label Rokok. Show all posts

Tuesday, January 25, 2011

Pesan Untuk AMTI

Dear AMTI (Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia),

AMTI, sudah setahun berjuang (kabarnya sih). Nah, saya titip pesan untuk turut diperjuangkan ...

Bisakah Anda2 ini mengupayakan agar di Indonesia
tidak ada lagi anak2 di bawah 18 tahun yang sudah berani mengkonsumsi rokok ? Beranikah Anda2 berjanji untuk berjuang untuk hal ini ?

Bisakah Anda2 berjuang agar
orang miskin tidak terjebak pada ketergantungan rokok ??? Sehingga mereka dapat menggunakan uang selama ini untuk mengkonsumsi rokoknya, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. Atau untuk meningkatkan kebutuhan gizi anak2 mereka ?

Bisakah Anda2 berjuang agar
para perokok bisa lebih santun dalam merokok ??? Bisa lebih menjaga diri agar tidak mengganggu orang lain ???

Apabila Anda2 ini dapat berjanji untuk berjuang untuk hal2 di atas, maka silahkan saja Anda berjuang untuk memperjuangkan apa yang selama ini ingin Anda perjuangkan

Namun bila tidak sanggup, sebaiknya jangan kebanyakan komentar. Dan jangan selalu menyalahkan para golongan ANTI ROKOK.

Mawas diri, introspeksi diri, dan selamat berjuang ...
Doaku bersama kalian ...

Salim Suharis

-------------------------------

Jawaban AMTI :

Terima kasih atas tanggapan yang Bapak berikan atas perjuangan kami.

Kami setuju atas saran yang Bapak berikan dan AMTI memiliki pandangan
yang sama atas perjuangan seperti yang telah Bapak uraikan. Oleh
karena itu kami terus berusaha memperjuangkan terwujudnya peraturan
yang memperhatikan hak bukan perokok dan perokok secara adil dan
berimbang.

Seperti yang selalu kami uraikan dalam pokok-pokok pesan kami, bahwa
kami:

• Mendukung pelarangan penjualan produk tembakau kepada anak di bawah
usia 18 tahun
• Mendukung pembatasan iklan, bukan pelarangan total
• Mendukung peringatan kesehatan berupa tulisan yang lebih besar
• Mendukung peraturan perundangan di tingkat nasional yang mengatur
pembatasan tempat merokok yang wajar dan dapat ditegakkan

Saran dan perhatian Bapak atas perjuangan kami merupakan suatu
masukan berharga bagi kami dalam terus mendukung terciptanya
peraturan yang memperhatikan kepentingan semua pihak secara adil dan
berimbang.

Terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya.

Salam Hangat,
AMTI


Tuesday, June 08, 2010

Sulit, Pak ...

Sore itu, saya pulang dari salah satu client dengan diantar oleh driver perusahaan client.

Dalam perjalanan, sesekali si driver batuk yang nampaknya ditahan-tahan. Mungkin karena tidak ingin mengganggu kenyamanan saya.

Dan terjadilah dialog sebagai berikut :

Salim (S) : Sedang batuk mas, kalo emang batuk ya ndak usah ditahan.
Driver (D) : Iya nih pak, kata orang sih batuk 100 hari.
S : Emangnya tidak minum obat ?
D : Ya nanti juga sembuh sendiri, pak.

Saya lalu melirik ke saku driver. Kebetulan saya minta duduk di kursi depan, karena ingin ngobrol ama si driver. Setidaknya biar si driver tidak merasa sebagai driver.

Saya melihat ada rokok di dalam sakunya.

S : Sedang batuk, tapi kok merokoknya jalan terus mas ?
D : Saya sudah lama mencoba mengurangi pak, tapi sulit.
S : Memang mas ingin berhenti merokok ?
D : Ya, pengennya sih gitu pak.
S : Berhenti merokok itu tidak bisa kalo tidak dari kemauan, karena yang dilawan adalah sejenis zat kimia yang bersifat adiktif. Kalo tidak sungguh-sungguh ingin berhenti, ya percuma saja.
D : Iya pak, susah. Saya sudah mencoba mengurangi tapi tidak bisa berkurang.
S : Itulah mas, kesalahan terbesarnya. Kalo memang ingin berhenti, ya jangan pake acara mengurangi. Tapi harus berhenti saat ini juga. Ingat, yang dihadapi ini adalah racun yang bersifat adiktif. Tapi memang untuk itu juga perlu proses.
D : Prosesnya gimana pak ?
S : Nih saya jelaskan ....

1. Berjanji untuk tidak pernah membeli rokok. Baik itu bungkusan maupun eceran. Anggaran untuk beli rokok bisa digunakan untuk keperluan lain, atau untuk disumbangkan ke lembaga amal. Atau masukkan saja ke kotak masjid. Bila ingin merokok, cukup dengan cara minta ke teman. Nanti kita lihat, seberapa tahan kita menahan malu dengan minta-minta ke teman.

2. Apabila tahap di atas sudah terlewati, berjuanglah untuk tidak minta rokok ke teman sekuat mungkin. Apabila tetep sakaw, tetep butuh asupan nikotin, maka kutuklah diri sendiri ketika meminta rokok pada teman. Lalu catat dalam seminggu berapa kali harus minta rokok ke teman.

3. Nah, berupayalah agar jumlah minta-minta ke teman menjadi berkurang. Hingga habis sama sekali.

S : Nah, gimana mas, mau menjalankan resep saya tersebut ?
D : Wah, kayaknya menarik nih, terima kasih pak atas sarannya.
S : Tapi ya itu mas, yang mutlak tidak boleh ditawar adalah, jangan sekali-kali beli rokok lagi. Dan kalo perlu, rokok yang disaku itu dibuang saja skarang juga.
D : Wah sayang pak :)
S : Sini saya bantu membuang kalo mas tidak tega melakukannya.

Rokok pun diberikan ke saya. Dan dalam sekejam, bungkus rokok yang sudah dalam genggaman saya itu saya remas sampai tidak berbentuk.

Ketika saya turun di lokasi tujuan, bungkus rokok beserta rokok di dalamnya langsung saya buang ke tempat sampah.

Thursday, August 06, 2009

Balada Penjual Siomay dan Rokoknya

Penjual Siomay Keliling, dalam menjajakan dagangannya mampu mendapatkan 125rb per hari. Dari penjualannya mendapat 30% = 37.500.

Dipake unt beli rokok 7500 dan 5000 unt makan sehari !!!
Sisa uang 25rb per hari ditabung, 300rb untuk kebutuhan hidup di Surabaya sebulan, sisanya dikirimkan ke keluarganya yang ada di desa. Kira2 450rb per bulan.

Amazing .... 7500 * 30 = 225rb, hampir mendekati separuh nafkah bulanan yang dapat dikirimkan ke rumah setiap bulan.

Padahal hitung2an di atas bisa terjadi bila setiap hari selalu habis dagangannya, dan tidak pernah libur berjualan sebulan penuh. Faktanya, dalam sebulan kadang libur 4 hingga 6 hari. Dan setiap berjualan, lebih sering tidak habis daripada habis bersih.

Sementara uang rokok dan makan sehari2 tetap tidak berkurang.

Silahkan dihitung sendiri, berapa yang bisa dikirimkan ke keluarganya di kampung. Dimana penjual tersebut mengaku sudah mempunyai seorang anak berusia 2 tahun.

Thursday, July 02, 2009

Merokok Dapat Memicu Kerusakan Otak

Dikutip dari : http://www.kalbe.co.id

Kalbe.co.id - Para peneliti mengatakan bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan kerusakan otak.

Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu kandungan dalam tembakau memicu sel darah putih dalam sistem saraf pusat untuk menyerang sel-sel sehat, yang mengakibatkan kerusakan saraf yang parah. Studi ini dipublikasikan di dalam Journal of Neurochemistry edisi Juli 2009.

Senyawa ini, NNK, adalah prokarsinogen, yang berarti telah menyebabkan kanker ketika diubah oleh proses metabolisme tubuh. NNK tidak menimbulkan kerusakan langsung ke sel otak, tetapi nampaknya menyebabkan peradangan saraf yang mengarah pada gangguan seperti multiple sclerosis.

Para ilmuwan di National Brain Research Center di India menemukan bahwa peningkatan NNK akibat stres yang berhubungan dengan protein penanda pro-inflamasi dan protein efektor pro-inflamasi, seperti sitokin, yang bertindak sebagai utusan molekular antar sel.

Hal ini menunjukkan bahwa pemicuan NNK menimbulkan respons dari sel-sel kekebalan di otak, yang disebut mikroglia. Para peneliti menambahkan, biasanya mikroglia menyerang sel rusak atau sel tidak sehat, tetapi ketika dipancing oleh NNK, mereka menyerang sel-sel otak yang sehat.

Menurut pimpinan peneliti Dr Anirban Basu dalam rilis berita,"Temuan kami membuktikan bahwa senyawa NNK dalam tembakau dapat mengaktifkan mikroglia secara signifikan, yang kemudian merusak sel-sel saraf".

Karena NNK ada di dalam semua produk tembakau, ia juga dapat memasuki tubuh dengan cara dikunyah. Perokok pasif juga mengandung tinggi NNK dan dapat memiliki efek yang merugikan pada otak.

Thursday, December 18, 2008

Hukum Merokok : Dulu Makruh Sekarang Haram

Dr. Ir. M. Romli, Msc

Rokok, dulu makruh, kini haram. Sepintas, ini mungkin terasa aneh. Wong hukum kok berubah-ubah, yang dari dulu diketahui makruh sekarang dikatakan haram.

Hal ini disebabkan kita masih sering mencampuradukkan antara pengertian syariah dan fiqih. Syariah adalah hukum yang diwahyukan oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah. Apa yang telah ditetapkan 14 abad yang lalu berupa hukum Syariah itu, tetap berlaku hingga kini bahkan sampai akhir jaman nanti, tidak berubah.

Lain halnya dengan Fiqih. Fiqih adalah hukum Islam yang dideduksi dari syariah untuk menjawab situasi-situasi spesifik yang tidak secara langsung ditetapkan oleh hukum syariah. Penetapan hukum berdasarkan deduksi ini dapat saja berubah tergantung pada situasi dan kondisi dimana hukum itu diterapkan. Kedua istilah yang sebenarnya tidak sama ini, hingga kini masih sering dipukul rata saja dengan sebutan, Hukum Islam.

Lima Ratus Silam

Budaya (me) rokok termasuk gelaja yang relatif baru di dunia Islam. Tak lama setelah Chirstopher Columbus dan penjelajah-penjelajah Spanyol lainnya mendapati kebiasaan bangsa Aztec ini pada 1500, rokok kemudian tersebar dengan cepatnya ke semenanjung Siberia dan daerah Mediterania. Dunia Islam, pada saat itu berada dui bawah kekhilafahan Ustmaniyah yang berpusat di Turki. Setelah diketahui adanya sebagian orang Islam yang mulai terpengaruh dan mengikuti kebiasaan merokok, maka dipandang perlu oleh penguasa Islam saat itu untuk menetapkan hukum tentang merokok.

Pendekatan yang digunakan untuk menetapkan hukum merokok, adalah dengan melihat akibat yang nampak ditimbulkan oleh kebiasaan ini. Diketahui bahwa merokok menyebabkan bau nafas yang kurang sedap. Fakta ini kemudian dianalogkan dengan gejala serupa yang dijumpai pada masa Rasulullah Saw, yaitu larangan mendatangi masjid bagi orang-orang yang habis makan bawang putih/bawang merah mentah, karena bau tak sedap yang ditimbulkannya. Hadist mengenai hal ini diriwayatkan antara lain oleh Ibnu Umar, ra, dimana Nabi bersabda, "Siapa yang makan dari tanaman ini (bawang putih) maka jangan mendekat masjid kami" (HR Bukhari-Muslim).

Sebagaimana kita ketahu, di penghujung sholat setiap orang memberikan salam, yang bisa bertemu muka satu dengan yang lainnya. Dapat dibayangkan, betapa tidak nyamannya bila ucapan salam ke kanan-kiri itu menebarkan "wangi" bawang mentah! Berdasarkan analogi tersebut, para ulama Islam saat itu berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh (tercela).

Kini, Haram

Demikianlah hukum merokok yang sampai saat ini kita pahami, makruh. Lima ratus tahun berselang, fakta-fakta medis menunjukkan bahwa rokok tidak sekedar menyebabkan bau nafas tak sedap, tetapi juga berakibat negatif secara lebih luas pada kesehatan manusia.

Sebenarnya pengaruh buruk dari merokok terhadap kesehatan telah diperkirakan sejak awal abad XVII (Encyclopedia Americana, Smoking and Health, p.70 1989). Namun demikian, rupanya perlu waktu hingga 350 tahun untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah yang cukup untuk meyakinkan dugaan-dugaan itu.

Kenaikan jumlah kematian akibat kanker paru-paru yang diamati pada awal abad XX telah menggelitik dimulainya penelitian-penelitian ilmiah tentang hubungan antara merkokok dan kesehatan. Sejalan dengan peningkatan pesat penggunaan tembakau, penelitian pun lebih dikembangkan, khususnya pada tahun-tahun 1950-an dan 1960-an.

Laporan penting tentang akibat merokok terhadap kesehatan dikeluarkan oleh The Surgeon General's Advisory Committee on Smoking and Health di Amerika Serikat pada tahun 1964. Dua tahun sebelumnya The Royal College of Physician of London di Inggris telah pula mengeluarkan suatu laporan penelitian penting yang mengungkapkan bahwa merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru, bronkitis, serta berbagai penyakit lainnya.

Hingga tahun 1985 sudah lebih dari 30.000 paper tentang rokok dan kesehatan dipublikasikan. Sekarang ini tanpa ada keraguan sedikitpun disimpulkan bahwa merokok menyebabkan kanker paru-paru baik pada laki-laki maupun wanita. Diketahui juga bahwa kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada manusia. Merokok juga dihubungkan dengan kanker mulut, tenggoroka, pankreas, ginjal, dan lain-lain.

Bukti-bukti ilmiah tentang pengaruh negatif rokok terhadap kesehatan yang telah diringkaskan di atas mengharuskan kita untuk meninjau kembali status hukum makruh merokok yang selama ini kita ketahui. Beberapa fakta berikut ini sangatlah relevan untuk dijadikan bahan perenungan dan pertimbangan, sebelum sebatang rokok lagi mulai anda "nikmati" :

Rokok menyebabkan kanker dan kanker menyebabkan kematian, maka merokok menyebabkan kematian. Hukum tentang perbuatan semacam ini secara terang dijelaskan dalam syariat Islam, antara lain ayat Al-Quran yang terjemahannya adalah: "...dan janganlah kamu membunuh jiwa..." (QS 6:151)

Tubuh kita pada dasarnya adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Mengkonsumsi barang-barang yang bersifat mengganggu fungsi raga dan akal (intoxicant) hukumnya haram, misalnya alkohol, ganja dan sebangsanya. Perhatikan firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib adalah kekejian, termasuk perbuatan setan. Jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu sukses" (QS 5:90). Kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam sebuah hadist yang dikumpulkan oleh Muslim dan Abu Dawud, dimana Nabi Saw berkata, "Setiap yang mengganggu fungsi akal (intoxicant) adalah khamr dan setiap khamr adalah haram".
Merokok hampir selalu menyebabkan gangguan pada orang lain. Asap rokok yang langsung diisapnya berakibat negatif tidak saja pada dirinya sendiri, tapi juga orang lain di sekitarnya. Asap rokok yang berasal dari ujung puntung maupun yang dikeluarkan kembali dari mulut dan hidung si perokok, menjadi "jatah" orang-orang disekelilingnya. Ini yang disebut passive smoking atau sidestream smoking yang berakibat sama saja denan mainstream smoking. Berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya (mudharat) bagi diri sendiri apalagi orang lain, adalah hal yang terlarang menurut syariat. Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Laa dharar wa laa dhiraar".
Harta yang kita miliki tidaklah pantas untuk dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaa, misalnya dengan membakarnya menjadi abu dan asap rokok. Tegakah kita melihat selembar uang berwajah kartini dibakar setiap minggunya? Perhatikan ayat-ayat Alquran sebagai berikut: "...dan janganlah menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sungguh para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar pada Tuhannya" (QS 17: 26-27). Sungguh ayat ini adalah suatu deskripsi yan sangat serius

Kesimpulan

Uraian singkat di atas cukuplah kiranya membuktikan bahwa kebiasaan merokok merupakan suatu perbuatan yang terlarang menurut ajaran Islam. Merokok tidak saja memberikan mudharat bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang lain di sekitarnya. Merokok tidak dapat memberikan manfaat apapun bagi pelakunya, sehingga membelanjakan harta untuk rokok termasuk dalam kategori pemborosan (tabdzir) yang sangat dicela oleh Islam.

Perlu ditegaskan di sini bahwa Islam pada dasarnya adalah suatu sistem yang membangun, bukan yang menghancurkan. Islam tidak datang untuk menghancurkan kebudayaan, moral maupun kebiasan-kebiasaan umat manusia, tetapi ia datang untuk memperbaiki kondisi umat manusia. Dengan demikian segala sesuatunya dilihat dari persepektif kesejahteraan umat manusia, apa yang merugikan dihilangkan dan apa yang bermanfaat dikonfirmasikan. Dalam Al-Quran ditegaskan bahwa Islam adalah suatu sistem yang:

"..menyuruh mengerjakan ma'ruf dan melarang perbuatan mungkar, dan menghalalkan segala cara yang baik dan mengharamkan segala yang buruk..." (QS. 7:157).

Mudah-mudahan kita sekalian diberi kekuatan untuk selalu melakukan apa yang diperintahkan Allah SWT dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya.

Wallahu a'lam

Penulis adalah auditor LPPOM MUI, Direktur APN dan Staf Dosen Jurusan Teknologi Industri-FATETA, IPB.

Sumber: Jurnal Halal No. 5 / I / Mei - Juni 1995

Wednesday, December 17, 2008

7 Jenis Motivasi Merokok

Pada masa lalu perokok diklasifikasikan secara singkat sebagai perokok berat atau ringan, perokok penyedot (inhaler) atau bukan, perokok teratur atau sekali-sekali. Namun deskripsi kasar ini tidak menyatakan mengapa seseorang merokok. Namun kini telah diusahakan mengembangkan model-model psikologis dari perilaku merokok dengan menggunakan analisis statistik dari data yang berasal dari kuestioner motivasi merokok. Sebagai hasil dari studi ini kini terdapat kesepakatan tentang adanya tujuh jenis motivasi merokok.

1. Alat pergaulan (psikososial).

Merokok pada situasi sosial dan menggunakan nilai simbolis dari tindakan merokok ini untuk meningkatkan kehidupan bersosial.

2. Kepuasan saraf (sensorimotor).

Merokok untuk kepuasan pada mulut, sensorik dan manipulasi rokok itu sendiri.

3. Sumber kenikmatan (indulgent).

Merokok untuk memperoleh kenikmatan dan menambah kegembiraan dan kesenangan yang sudah ada. Inilah jenis yang paling umum. Dua atau tiga jam dapat berlalu tanpa keinginan untuk merokok, namun pada situasi bergembira dapat lebih sering.

4. Penenang (sedatif).

Merokok untuk menghilangkan perasaan tak enak, bukan untuk kenikmatan. Perasaan lega kadang-kadang juga timbul karena kegiatan sensorimotor seperti rasa tenang bila mengelus-elus rokok sebelum disulut, namun umumnya rasa lega timbul sebagai efek sedatif dari nikotin yang bekerja.

5. Perangsang (stimulasi).

Efek stimulan dari nikotin dipakai untuk ‘mengangkat’ atau memacu semangat, membantu berfikir dan konsentrasi, mencegah kelelahan dan mempertahankan kinerja pada tugas yang monoton dan lama, serta meningkatkan kemampuan dalam situasi stres.

6. Memenuhi kecanduan (addiktif).

Merokok semata-mata untuk memenuhi tuntutan atau mencegah terjadinya sindroma penarikan, yang akan timbul apabila seorang perokok telah meliwatkan 30-40 menit atau kurang tanpa rokok.

7. Keterbiasaan (otomatis).

Ini terjadi pada sebagian perokok berat yang dengan tak disadari lagi secara otomatis akan mencari sebatang rokok. Ini baru disadari hanya jika tangannya sudah kosong, yakni tidak memegang rokok.

Perilaku psikososial, sensorimotor dan sumber kenikmatan biasanya digolongkan dalam kelompok non-farmakologis, sedangkan selebihnya sudah termasuk kelompok ketergantungan obat. Namun terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa seseorang dapat beralih dari tipe psikososial, melalui tipe pencari kenikmatan hingga menjadi bentuk-bentuk ketergantungan akan nikotin.

Sumber: indotc1.blogspot.com


Tujuh Langkah Melupakan Rokok

BERHENTI merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan. Menurut direktur pendidikan masyarakat di American Lung Association of New Yo di New York City, Rami Bachiman, hanya 10 persen di antara 20 juta perokok yang mencoba berhenti tiap tahun akhirnya mencapai sukses.
Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri seperti membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

  1. Catat kemajuan Anda. Bila Anda mencoba berhenti merokok secara pelan-pelan tetapi mantap, yang penting Anda perbuat adalah menetapkan kapan Anda akan betul-betul meninggalkan rokok. Akan tetapi sementara itu, catat setiap batang rokok yang Anda isap-di mana dan dalam kondisi apa, saran Don R. Powel, Ph.D. ketua American Institute for Preventive Medicine di Farmingto Hills, Michigan, yang juga seorang mantan perokok. Ini aka memudahkan Anda mengidentifikasi situasi-situasi yang menyebabka Anda merokok lalu menentukan perilaku alternatif sebagai penggant merokok.
  2. Tahan keinginan Anda. Apabila Anda berhenti merokok secara bertahap, tiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok' tunggu lima menit sebelum menyalakannya', kata Dr. Powell. Setelah beberapa hari, perpanjang penundaan itu hingga 10 menit. Beberapa hari kemudian, perpanjang lagi menjadi 15 menit, dan seterusnya. "Anda akan menemukan bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang semakin cepat," katanya.
  3. Cari pertolongan. Entah Anda ingin berhenti secara mendadak atau secara bertahap dengan pelan-pelan mengurangi banyak rokok yang Anda isap, alangkah baiknya bila ada orang yang memberikan dukungan. Dengan dukungan dari beberapa orang, hasilnya akan jauh berbeda. Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, atau dari perkumpulan yang sama-sama ingin berhenti merokok.
  4. Minum sari jeruk. Bagian paling sulit dari cara berhenti langsung dan menyeluruh, yang paling populer (tetapi bukan paling menjamin keberhasilan), adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan. Akan tetapi Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi, dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu. Itu karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper, D.D.S., seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington. Selain itu rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak. Akan tetapi, bila Anda berhenti merokok dengan bantuan permen karet atau plester mengandung nikotin dari dokter, hindari minum sari jeruk dan minuman-minuman asam lain, karena dengan obat itu Anda ingin agar nikotin tetap ada dalam sistem Anda.
  5. Bayangkan bahwa Anda sedang flu. Sebelum memberikan permen karet atau plester mengandung nikotin, ada dokter yang biasan meminta pasien yang ingin berhenti merokok agar membayangkan bahwa mereka sedang sakit flu. Menurut Douglas E Jorenby, koordinator kegiatan klinis di Center for Tobacco Research and Intervention di University of Winsconsin medical School, gejala-gejala ketergantungan ini mirip dengan flu. Anda mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, lesu. Dan seperti ketika sedang flu, tidak banyak yang dapat Anda perbuat selain menunggu sampai mereda dengan sendirinya. Akan tetapi Anda akan mampu melewatinya. Selama Anda tidak menyerah dan kembali ke kebiasaan semula, reaksi ketergantungan itu akan hilang dalam seminggu atau dua minggu."
  6. Jauhi bar dart kafe. Godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr. Jorenby. "Bagi banyak orang, kalau tangan yang satu memegang minuman, tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok." Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. "Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau ke kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok."
  7. Tulis surat kepada istri tercinta. Ketika ketergantungan nikotin menyerang Anda, alih-alih mengambil rokok dan korek api, angkatlah pena kemudian tulis surat kepada istri Anda yang menerangkan mengapa merokok sangat penting dalam hidup Anda, kata Robert Van de Castle, ' Ph.D., profesor emeritus di University of Virginia Medical Center di Charlottesville. Dalam surat itu, cobalah menerangkan mengapa Anda meneruskan kebiasaan itu walaupun tahu bahwa itu akan mengurangi umur Anda dan mungkin tidak akan dapat menyaksikan putra Anda lulus dari perguruan tinggi, menikah atau peristiwa penting lain.

Sumber: Kompas.com

Saturday, October 25, 2008

Percikan Api Itu Tepat Satu Centimeter dari Mataku

Lagi-lagi aku harus bercerita tentang tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kaum perokok yang menurutku kurang terpuji, dan seringkali membahayakan orang lain.

Kali ini aku benar-benar menjadi korbannya. Andai saja tidak menggunakan helm standar dengan kaca helm yang menutupi muka, entah apa jadinya mataku ini.

Sekitar pukul 7 malam. Motor pio aku pacu sekencang mungkin menuju Dunkin Donuts A-Yani Surabaya untuk menghadiri sebuah pertemuan. Entah apa yang sedang ada di pikiranku, tiba-tiba laju motorku sudah melewati lokasi tujuan tanpa aku sadari. Sehingga aku harus putar balik untuk menuju lokasi tujuan.

Beberapa meter sebelum tikungan, laju motor cukup pelan beriringan mengikuti arus lalu lintas yang cukup ramai malam itu. Entah mengapa tiba-tiba ada percikan api yang melayang mengarah ke mukaku. Refleks gerakan menghindar. Namun karena percikan api cukup banyak, ada bagian api yang menempel di kaca helm. Melekat tepat di depan mataku. Menyala untuk beberapa saat, dan akhirnya mati tertiup angin malam.

Percikan api itu berasal dari rokok yang dipegang oleh pengendara motor tepat di depanku. Langsung saja emosi tak terbendung keluar menggebu-gebu. Tanpa ba-bi-bu lagi, aku semprot si pengendara motor itu dengan makian yang menurutku cukup memekakkan telinga. Aku tidak perduli dia tersinggung atau tidak, sebagaimana dia tidak perduli dengan kenyamanan orang lain atas asap rokoknya itu. Walau pada akhirnya aku menyesal telah mengeluarkan makian dan umpatan seperti itu.

Entah mengapa, mereka seringkali tidak perduli dengan orang lain. Sudah merokok itu merugikan orang lain, karena asapnya turut terhisap orang lain. Lha yang ini lebih parah lagi. Merokok sambil mengendarai sepeda motor. Itu yang merokok manusia atau angin sich? Saya tidak yakin jika rokok itu habis, pengendara motor itu akan membuang puntung rokok pada tempat sampah. Biasanya, sebagaimana yang seringkali aku lihat, mereka melempar begitu saja puntung rokok itu, tanpa memperdulikan kebersihan.

Para kaum perokok, sadarlah ... Kalaupun memang harus tersandung ketergantungan pada rokok, mbok ya jangan mengganggu orang lain. Dan sebaiknya belajarlah untuk menjaga kebersihan. Buanglah puntung rokok dan abu rokok pada tempat sampah. Merokoklah secara santun. Sebisa mungkin jangan sampai orang lain terganggu. Itu kalau Anda-Anda ini masih ingin disebut sebagai manusia yang bermartabat.

Sunday, September 07, 2008

Iklan Rokok Keren



Tuesday, April 22, 2008

Merokok: Bisakah Berhenti?

Rokok merupakan salah satu bahan addiktif. Artinya dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Sifat addiktif rokok berasal dari nikotin yang dikandungnya. Setelah seseorang menghirup asap rokok, dalam 7 detik nikotin akan mencapai otak. Kemudian terjadi pelepasan hormon adrenalin, yaitu hormon yang dapat memacu semangat, ada yang menyebutnya ”fight and flight hormone” (Martin, 2004).

Nikotin juga menghambat pelepasan insulin, hormon yang memproses gula darah. Akibatnya, gula dalam darah sedikit lebih tinggi. Kadar gula darah yang tinggi ini akan menekan selera makan. Itulah sebabnya perokok berpikir bahwa merokok mengurangi rasa lapar (Martin, 2004).

Penelitian membuktikan bahwa nikotin meningkatkan kadar hormon dopamin, suatu hormon yang bertanggung jawab terhadap rasa senang dan bahagia. Efek nikotin terhadap hormon ini berlangsung singkat, hanya beberapa menit, sehingga perokok biasanya akan terus merokok sepanjang hari untuk mempertahankan efek ini (Martin, 2004).

Nikotin sangat mirip dengan hormon asetilkolin, yaitu hormon yang meningkatkan nafsu makan, mood, dan daya ingat. Ketika nikotin menempel ditempat yang semestinya ditempati hormon asetilkolin, maka efek tersebut juga ikut meningkat (Martin, 2004).

Nikotin juga merangsang pelepasan hormon endorfin beta, yaitu hormon yang mengurangi nyeri (Martin, 2004).

Ternyata begitu banyak efek ’baik’ nikotin. Namun dibalik efek ’menyenangkan’ tersebut, nikotin seperti halnya obat addiktif lainnya, mempunyai ”unpleasant withdrawal symptoms” (gejala yang tidak menyenangkan yang timbul akibat penghentian pemakaian). Gejala tersebut antara lain : gampang tersinggung, tidak sabar, benci, kecemasan, depresi, susah berkonsentrasi, resah, penurunan denyut jantung, dan peningkatan berat badan (AHA, 2007). Gejala ini akan menghilang jika kebutuhan tubuh terhadap nikotin dipenuhi. Makanya, perokok yang gelisah dan sulit konsentrasi misalnya, akan plong setelah merokok.

Rasa yang sangat menyenangkan saat merokok dan rasa yang sangat tidak mengenakkan saat tidak merokok menyebabkan perokok sangat sulit berhenti merokok. Tetapi, BERHENTI MEROKOK bukanlah hal yang mustahil.

Bagi yang ingin berhenti merokok, ikuti uraian di bawah ini :

MEROKOK merupakan interaksi dua faktor, yaitu ”KETERGANTUNGAN TERHADAP ROKOK (KTR)” dan ”TEKAD BERHENTI MEROKOK (TBM)”, dimana KTR lebih besar dari TBM.

MEROKOK = KTR > TBM

Jika anda ingin berhenti merokok, maka pastikan nilai TBM anda lebih besar daripada KTR.

BERHENTI MEROKOK = TBM > KTR

Beberapa hal yang harus diperhatikan dari interaksi TBM – KTR :
  • Nilai TBM dan KTR tidak pernah tetap, tetapi selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu.
  • Sesaat setelah berhenti merokok nilai KTR masih tinggi, tetapi berangsur-angsur turun seiring dengan waktu. Tapi dalam perjalanan turunnya, fluktuasi masih sering terjadi, bahkan pada saat nilai KTR sudah nol, KTR dapat naik kembali, terutama saat ditawarin rokok sama teman atau diledekin oleh sahabat.
  • Nilai TBM harus selalu berada diatas nilai KTM, kalau tidak program BERHENTI MEROKOK akan gagal.
  • dan lain – lain (silakan ditambah sendiri, siapa tau ada ide)

Jika anda sudah mempunyai TEKAD BERHENTI MEROKOK yang sangat besar, silakan cari saran atau artikel yang berkaitan dengan ”teknik berhenti merokok”. Berikut beberapa link yang dapat Anda kunjungi :

Cara Berhenti Merokok.
Berhenti Merokok dengan Kekuatan Otak.

Demikian, semoga bermanfaat.

di copy dari : http://foralsa.wordpress.com/2007/11/11/merokok-bisakah-berhenti/

Friday, January 04, 2008

Ketagihan Rokok Lebih Bahaya Dibanding Psikotropika Lain

Jakarta - Tak perlu dibantah lagi, rokok memang merusak kesehatan. Dalam asap rokok ini mengandung 4.000 bahan kimia yang berbahaya. Zat-zat ini juga biasa terdapat dalam polutan di sekitar kita.

"Salah satu bahan kimia dari 4.000 itu adalah nikotin. Begitu kita hirup 1 hingga 2 detik langsung sampai ke susunan saraf otak," kata Medical Director PT Pfizer Indonesia Irawan Rustandi di Hotel The Sultan, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (4/10/2007).

Menurut Rustandi, dari 4.000 lebih bahan kimia ini, lebih dari 250 merupakan toksik atau karsinogenik. Nikotin memang menimbulkan ketagihan namun tidak karsinogenik.

Beberapa bahan kimia dalam asap rokok antara lain aseton, butan, arsenik yang juga ditemukan pada racun serangga, kadmium yang juga ditemukan pada aki mobil, karbon monoksida yang ditemukan pada asap knalpot mobil, serta toluen yang juga dipakai sebagai pelarut industri.

Dan rokok rendah tar dan nikotin tidak memberikan manfaat bagi kesehatan.

"Merokok juga bisa menyebabkan penyakit kanker paru, jantung iskemik, serta penyakit paru obstruktif atau menahun," ujar dia.

Rustandi menjelaskan, merokok itu bukan karena kebiasaan tapi karena kecanduan atau adiksi. Dan adiksi nikotin ini lebih berat dan berbahaya dibanding dengan zat psikotropika lain.

"Kalau psikotropika lain, kan sulit hanya orang yang punya akses tertentu yang bisa memperolehnya. Kalau nikotin kan ada di mana-mana, di warung saja banyak," imbuh dia.

Rustandi menjelaskan, 2 dari 3 pria di Indonesia itu merokok. Saat ini angka kematian akibat rokok di dunia mencapai 5 juta jiwa per tahun.

Apabila kesadaran masyarakat belum saja tumbuh, berdasarkan WHO, hingga 2020, kematian bisa mencapai 10 juta jiwa per tahun. ( mly / nrl )

Disadur dari detikcom

Alasan-Alasan Rokok Haram

Jakarta - Meski tidak ada ayat Alquran, hadits Nabi Muhammad SAW dan pendapat ulama empat mazhab yang menyatakan rokok sebagai barang haram, ulama Quraish Shihab punya alasan yang menguatkan pendapatnya bahwa rokok cenderung haram.

Rokok, kata Quraish saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (24/10/2007), memiliki dampak yang teramat buruk untuk kesehatan dan hal itu tidak sesuai dengan tujuan keberagamaan.

Padahal tujuan keberagamaan adalah memelihara kesehatan, akal, harta benda, dan kehormatan. "Hukum Islam bisa ditetapkan sesuai zaman. Kalau ada yang dampaknya buruk, jelas dilarang. Jika tidak terlalu, istilahnya makruh atau tidak disenangi," kata dia.

Dalam perkembangan dewasa ini, kata dia, sudah banyak pakar dan dokter yang menyatakan, merokok bisa mengganggu kesehatan. "Bahkan perusahaan-perusahaan rokok pun mengakuinya. Kalau tidak tentu tidak akan dibuat pernyataan di (kemasan) rokok," kata dia.

Selain itu, rokok menyebabkan pemborosan. Biaya untuk mengobati penyakit yang diakibatkan rokok jauh lebih besar dibandingkan keuntungan pajak yang diperoleh pemerintah.

Merokok, lanjut dia, juga mengantarkan orang pada kecanduan dan agama tidak merestui adanya kecanduan. "Berdasarkan pertimbangan itulah ulama kontemporer banyak yang menyatakan merokok haram. Saya sendiri menilai cenderung haram. Hanya pemborosan, menyebabkan penyakit, dan itu diakui sendiri oleh pabrik rokok," ujarnya.

Karena itu, sudah saatnya pemerintah menggiatkan kembali kampanye anti rokok yang melibatkan semua pihak. "Media harus terlibat, ulama terlibat, pemerintah juga," kata dia.

Selain itu, aturan merokok juga harus makin diperketat. "Sanksi juga harus diperketat, selama ini tidak terlalu tegas," kata Quraish. ( umi / asy )

Disadur dari detikcom

Monday, November 19, 2007

Rokok dan Ibadah Haji

Sungguh sangat menyedihkan nasib Bapak yang satu ini. Ketergantungannya terhadap rokok membuatnya lebih memilih tidak naik haji jika tidak diijinkan membawa 18 slop rokok yang dijadikannya sebagai bekal.

"Saya harus membawa rokok saya. Kalau rokok ini tidak boleh dibawa, mending saya tidak jadi berangkat haji," kata Bapak tersebut dengan nada tinggi.

Sungguh menyedihkan.

Berita lebih lengkap ada di sini.

Thursday, November 08, 2007

Quit Smoking Methods

How many methods are there to quit smoking?

How many smokers are there?

The answer to both questions is the same number. For every smoker, there is a unique method for quitting. There is not a single, 100% solution to ending the smoking habit, save one--death. And that's why this site is here: to help smokers learn how to quit, so they can beat cigarettes and enjoy a long and fruitful life.

Read the methods shared here by hundreds of ex-smokers. Some are very unique. Many are similar. But they all have one aim: to help you find the quit smoking method that works for YOU. Just click the links below or on the left-hand side of the page and find the method or methods that work for you.

We encourage ex-smokers to share their own methods for quitting. You may find someone has already mentioned a method similar to the method you used, but that's ok! Each person puts a slight spin on each method. Please share your exact method for quitting with us and the thousands of readers of this site. Your method may be the one that saves a life !

For detail, click here !

Wednesday, June 06, 2007

Kenapa Pria Sulit Berhenti Merokok?

Pada setiap bungkus dan iklan rokok telah dicantumkan peringatan kesehatan tentang bahaya merokok. Setiap perokok tentu tahu tentang hal itu. Walaupun demikian, tampaknya peringatan hanya berpengaruh pada perokok wanita, sedangkan pada pria tidak. Ini mungkin terjadi karena wanita lebih peduli dibandingkan pria terhadap akibat merokok pada dirinya (membahayakan kehamilan, kerusakan pada janin, dan risiko kanker serta penyakit jantung).

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa pria sulit atau tidak berhenti dan kebiasaan merokok? Hal ini terjadi karena sifat nikotin yang sangat adiktif. Di samping itu, lingkungan yang tidak mendukung untuk berhenti merokok lebih banyak terdapat pada pria dibanding wanita. Lingkungan yang tidak mendukung seseorang ingin berhenti merokok di antaranya pada saat main kartu/catur, sedang menunggu, stres, minum kopi, habis makan, dan jumpa teman lama yang perokok.

Sifat adiktif tembakau menyebabkan orang tergantung pada rokok dan jika dihentikan akan menimbulkan berbagai keluhan, seperti sulit mengkonsentrasikan pikiran dan kurang percaya diri. Di samping itu, pria memiliki otoritas dalam menentukan pilihannya karena memiliki uang dan kesempatan untuk membeli rokok.

Satu hal lagi, pria usia produktif (usia menengah) sering kali mengabaikan kesehatannya, karena merasa di usianya itu ia merasa memiliki fisik yang kuat. Padahal di usia pertengahan, termasuk pria, rawan terhadap perubahan fisiologi tubuh yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan daya tahan tubuh terhadap berbagai faktor penyebab sakit. Namun sedikit yang menyadari perubahan seperti itu, karena menganggap dirinya sehat, sehingga tidak perlu memperhatikan kesehatan dirinya, bahkan enggan untuk memeriksakan kesehatannya.

Bagaimana Dengan Anda?

Memang tidak mudah meninggalkan kebiasaan yang sudah jadi gaya hidup seperti merokok. Padahal sebenarnya kebiasaan yang jelas merugikan ini dapat dengan mudah juga dibuang, terutama kalau dipertimbangkan konsekuensinya. Relakah Anda menukar kesehatan dengan kenikmatan semu tembakau yang tak lain adalah racun?

dicuplik dari : http://bz.blogfam.com/2006/06/pria_dan_rokok.html

Thursday, February 22, 2007

Bungkus ROKOK

Tentu semua orang di Indonesia tahu istilah ini :

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI,
DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN


Itu adalah pesan yang lazim terdapat pada kemasan rokok. Sebuah pesan yang seharusnya mengingatkan para perokok akan bahaya rokok.

Mungkin pesan tulisan itu tidak cukup untuk menggugah hati perokok untuk segera menghentikan kebiasaannya tersebut.

Mungkin juga perlu mencontoh apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Singapura. Coba perhatikan contoh capture image berikut ini :


Atau setidaknya, posisi pesan tulisan itu seharusnya diletakkan di pembuka kemasan. Bukan dibagian bawah bagian belakang seperti yang ada sekarang.

Ayo pemerintah ... berusahalah untuk mengurangi dampak rokok bagi kehidupan !!!

Anda Perokok ??? Benar Mas Saya Memang Perokok

Seringkali saya memberi nasehat panjang kepada rekan-rekan yang berkunjung ke rumah saya. Sebuah nasehat panjang lebar tentang kebiasaan buruk para perokok terhadap orang yang ada di sekelilingnya.

Bagi saya, membiarkan asap rokok berkeliaran di rumah saya, hukumnya TIDAK BOLEH. Bahkan kalau saya boleh mengharamkan sesuatu, maka saya akan mengharamkan asap rokok hinggap di rongga hidung saya.

Tapi mengapa setiap ditanya, apakah Anda perokok ?
Selalu jawaban yang keluar dari mulut saya adalah YA.

Tentu saja saya tidak sedang berbohong. Saya hingga kini masih berstatus perokok. Walau saya terpaksa menyandang status tersebut. Bahkan saya tidak tahu sampai kapan saya akan tetap berstatus perokok.

Selama ini, saya melihat negara mulai bergeliat untuk membantu saya dan orang-orang yang senasib dengan saya. Membantu mengubah status, agar tidak menjadi perokok lagi.

Sementara sekian banyak orang yang juga berstatus seperti saya, nampak permisif dengan kebebasan menentukan status yang telah terampas. Status untuk tidak menjadi perokok lagi.

Usaha yang saya lakukan untuk menghilangkan status perokok saya, juga seringkali mendapati perlawanan yang kadang akhirnya bisa mengarah ke proses baku hantam. Kalau hanya sekedar perang mulut, emosi, dan perkataan yang tidak menyenangkan sudah menjadi langganan.

Namun, saya tetap berusaha untuk tidak goyah dengan semangat ini. Semangat untuk tidak menjadi perokok. Sampai kapan pun akan tetap saya lakukan. Karena ini adalah hak dasar setiap manusia. Termasuk saya.

Sampai kapan pun, saya akan berjuang. Agar saya tidak menjadi perokok lagi. Maaf, maksud saya, agar saya tidak menjadi PEROKOK PASIF lagi.