Thursday, October 08, 2009

Atas Nama Kemiskinan (2)

Atas Nama Kemiskinan (1)

Stren kali Jagir, Surabaya. Lagi-lagi harus ditertibkan. Dan lagi-lagi harus ada perlawanan dari penghuni setempat. Untungnya untuk yang terakhir ini penertiban langsung ditindaklanjuti dengan revitalisasi.

Mari mencermati para penghuni yang sering melakukan perlawanan. Mengapa mereka melakukan perlawanan? Mereka enggan untuk diminta pindah? Apa karena tidak mendapatkan dana santunan?

Ini masalahnya. Mengapa mereka merasa berhak mendapatkan dana santunan? Kalau namanya dana santunan, harusnya bersifat sukarela bukan? Dan tentu saja bukan merupakan prasyarat agar mereka mau pindah.

Lha, tanah yang mereka tempati saja sudah ilegal. Berarti mereka tidak punya hak sama sekali menggunakan lahan itu. Kalau toh akhirnya mereka bisa berdagang dan mengembangkan usaha di sana, seharusnya secara hitung2an usaha, mereka itu sudah untung besar. Tidak perlu menanggung cost berupa biaya lahan.

Lalu apa ya sebenarnya yang menyebabkan mereka merasa harus mendapatkan ganti rugi dalam bentuk uang santunan ??? Kalau alasannya untuk dapat memulai usaha baru ditempat lain membutuhkan modal yang tidak sedikit, lha memangnya mereka ini siapa? Kok bisa-bisanya harus mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah daerah. Lalu kalau saya juga ikut-ikutan minta dana santunan untuk memulai usaha baru apa diperkenankan juga? Bagaimana dengan jutaan warga lain?

Hmmm ... yang jelas, mereka sedang mengatasnamakan kemiskinan. Memamerkan kesusahan, memamerkan anak-anaknya yang tidak terurus dengan benar. Sehingga mendapatkan belas kasihan. Tapi apa faktanya ? Ketika mereka ditawari untuk pindah ke rusun, ternyata lebih banyak yang tidak mau pindah. Bahkan yang pindah pun hanya sekedar untuk menyimpan barang-barang mereka, tapi enggan untuk tinggal di sana.

Lalu apa masih perlu mereka mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah daerah? Apa hanya mereka yang mau dana santunan yang besarnya 5jt itu ??? Kalau saya sih MALU untuk menerima dana santunan itu.

Thursday, August 06, 2009

Balada Penjual Siomay dan Rokoknya

Penjual Siomay Keliling, dalam menjajakan dagangannya mampu mendapatkan 125rb per hari. Dari penjualannya mendapat 30% = 37.500.

Dipake unt beli rokok 7500 dan 5000 unt makan sehari !!!
Sisa uang 25rb per hari ditabung, 300rb untuk kebutuhan hidup di Surabaya sebulan, sisanya dikirimkan ke keluarganya yang ada di desa. Kira2 450rb per bulan.

Amazing .... 7500 * 30 = 225rb, hampir mendekati separuh nafkah bulanan yang dapat dikirimkan ke rumah setiap bulan.

Padahal hitung2an di atas bisa terjadi bila setiap hari selalu habis dagangannya, dan tidak pernah libur berjualan sebulan penuh. Faktanya, dalam sebulan kadang libur 4 hingga 6 hari. Dan setiap berjualan, lebih sering tidak habis daripada habis bersih.

Sementara uang rokok dan makan sehari2 tetap tidak berkurang.

Silahkan dihitung sendiri, berapa yang bisa dikirimkan ke keluarganya di kampung. Dimana penjual tersebut mengaku sudah mempunyai seorang anak berusia 2 tahun.

Thursday, July 02, 2009

Merokok Dapat Memicu Kerusakan Otak

Dikutip dari : http://www.kalbe.co.id

Kalbe.co.id - Para peneliti mengatakan bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan kerusakan otak.

Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu kandungan dalam tembakau memicu sel darah putih dalam sistem saraf pusat untuk menyerang sel-sel sehat, yang mengakibatkan kerusakan saraf yang parah. Studi ini dipublikasikan di dalam Journal of Neurochemistry edisi Juli 2009.

Senyawa ini, NNK, adalah prokarsinogen, yang berarti telah menyebabkan kanker ketika diubah oleh proses metabolisme tubuh. NNK tidak menimbulkan kerusakan langsung ke sel otak, tetapi nampaknya menyebabkan peradangan saraf yang mengarah pada gangguan seperti multiple sclerosis.

Para ilmuwan di National Brain Research Center di India menemukan bahwa peningkatan NNK akibat stres yang berhubungan dengan protein penanda pro-inflamasi dan protein efektor pro-inflamasi, seperti sitokin, yang bertindak sebagai utusan molekular antar sel.

Hal ini menunjukkan bahwa pemicuan NNK menimbulkan respons dari sel-sel kekebalan di otak, yang disebut mikroglia. Para peneliti menambahkan, biasanya mikroglia menyerang sel rusak atau sel tidak sehat, tetapi ketika dipancing oleh NNK, mereka menyerang sel-sel otak yang sehat.

Menurut pimpinan peneliti Dr Anirban Basu dalam rilis berita,"Temuan kami membuktikan bahwa senyawa NNK dalam tembakau dapat mengaktifkan mikroglia secara signifikan, yang kemudian merusak sel-sel saraf".

Karena NNK ada di dalam semua produk tembakau, ia juga dapat memasuki tubuh dengan cara dikunyah. Perokok pasif juga mengandung tinggi NNK dan dapat memiliki efek yang merugikan pada otak.

Saturday, June 27, 2009

Colokan Listriknya Mana ?

Mungkin sudah saatnya para pelaku bisnis restoran, cafe, dan layanan publik lainnya yang mulai memikirkan bahwa salah satu fitur penting untuk kastamernya adalah COLOKAN LISTRIK.

Namun, masih banyak juga para pelaku bisnis tersebut yang berfikir konfensional. Dan merasa cukup puas dengan perkembangan bisnisnya saat ini. Bahkan ada pengusaha restoran yang harus menambal colokan listriknya dengan lakban. Sewaktu-waktu digunakan oleh mereka, maka lakban itu akan dibuka, setelah itu kembali ditutup dengan lakban. Seolah-olah colokan listrik itu tidak berfungsi.

Berapa sih harga listrik yang harus dibayarkan bila dibandingkan dengan kepuasan kastamer ? Bahkan tidak jarang banyak MALL pun masih memberlakukan dilarang menggunakan colokan listrik. Coba deh gunakan colokan listrik yang ada. Perhatikan dalam waktu dekat ada atau tidak satpam yang datang melarang kita menggunakannya, dengan alasan sudah aturan yang berlaku. Atau coba cari rumah sakit. Lihatlah kamarnya. Kelas I, II, atau bahkan kelas ekonomi. Tanyakan pada perawat boleh atau tidak menggunakan colokan listrik ?

MEDIT ??? Mungkin. Tapi menurut saya, lebih kepada cara pikir owner bisnisnya yang sudah kadaluarsa. Mereka mungkin tidak tau bahwa sekarang ini jamannya mobile. Kantor sudah berpindah kemana-mana. Rapat dapat dilakukan di mana-mana. Komunitas yang hobby hangout bersama berlama-lama sudah sedemikian luar biasa perkembangannya. Laptop, Netbook, PDA, dan berbagai perangkat mobile sudah sedemikian pesat. Dan semua itu butuh colokan listrik. Untuk apa ? Tentu saja untuk charge batre.

Nah, kini tergantung Anda. Apakah Anda sudah menambahkan fasilitas colokan listrik pada bisnis Anda ? Apapun itu jenis dan bentuk bisnis Anda. Atau Anda masih lebih memilih berminat dijuluki pebisnis kadaluarsa ?